TIMIKA – jurnalpapua.id
Kepala Kelurahan Pasar Sentral Timika, Leni Tonglo, mengajak masyarakat, khususnya para ibu, untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mulai dari lingkungan keluarga.
Hal itu disampaikan Leni saat menghadiri kegiatan sosialisasi PHBS di Posyandu Matahari, Perumahan Griya Intan, Kelurahan Pasar Sentral, Jumat (14/8/2026).
Leni mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa penerapan PHBS tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun tenaga kesehatan, tetapi harus dimulai dari setiap keluarga.
“Intinya kebersihan di lingkungan pribadi mereka supaya PHBS terlaksana mulai dari rumah kita sendiri,” ujar Leni.
Menurutnya, penerapan PHBS dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, menghindari genangan air, menjaga kebersihan diri, serta membiasakan mencuci tangan.
Selain kebersihan, Leni juga mengingatkan pentingnya pemenuhan makanan bergizi bagi keluarga. Menurutnya, pola hidup bersih dan sehat yang diterapkan secara konsisten dapat membantu menjaga kesehatan anggota keluarga sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mencegah stunting.
“Ketika kita sehat, kita bisa membantu pemerintah dalam mencegah dan mengurangi stunting. Intinya menjaga kesehatan pribadi dimulai dari keluarga kita sendiri,” katanya.
Ia menjelaskan, Posyandu Matahari merupakan salah satu dari tujuh Posyandu yang berada di wilayah Kelurahan Pasar Sentral. Posyandu tersebut melayani masyarakat dari dua kawasan perumahan, yakni Griya Intan dan Resident.
Dalam kegiatan tersebut, pihak kelurahan berkolaborasi dengan Puskesmas Pasar Sentral, kader Posyandu serta kader malaria. Sosialisasi PHBS sengaja dilakukan bersamaan dengan kegiatan pelayanan Posyandu agar pesan kesehatan dapat langsung diterima masyarakat.
“Yang hadir tadi Puskesmas Pasar Sentral dengan kader-kader, ada juga kader malaria dan kader Posyandu Matahari,” jelasnya.
Leni juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Bahkan, menurutnya, antusiasme warga terlihat dari banyaknya ibu-ibu yang hadir bersama anak-anak mereka.
Ia menilai kehadiran masyarakat menjadi bukti bahwa kesadaran warga terhadap pelayanan kesehatan dan kegiatan Posyandu semakin baik.
“Kebetulan ibu-ibu, anak-anak, balita dan ada juga bapak-bapak yang hadir. Kami sengaja melaksanakan sosialisasi Posyandu sekaligus sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.
Menurut Leni, keterlibatan para ibu sangat penting karena mereka memiliki peran besar dalam membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga. Namun, ia juga mengapresiasi kehadiran para bapak yang turut mendampingi anak-anak ke Posyandu.
“Ini luar biasa. Bapak-bapak bisa hadir di antara anaknya dan Posyandu. Momen itu sudah kita gunakan untuk sekaligus mensosialisasikan PHBS kepada ibu-ibu,” ujarnya.
Leni berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga PHBS tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari.
“PHBS itu dimulai dari rumah kita sendiri. Kalau keluarga sehat, lingkungan juga sehat,” pungkasnya.(**)






































Discussion about this post