TIMIKA – jurnalpapua.id
Bagi sebagian orang, Kabupaten Mimika mungkin hanya menjadi tempat bertugas. Namun bagi AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Mimika telah menjadi bagian dari perjalanan hidup yang sulit dilupakan.
Menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai Kapolres Mimika, perwira menengah Polri itu mengenang berbagai pengalaman yang dilalui selama memimpin institusi kepolisian di wilayah Papua Tengah tersebut. Bukan hanya dinamika tugas kepolisian, tetapi juga kehangatan masyarakat yang menurutnya telah menjadikan Timika sebagai rumah kedua.
“Saya mendapatkan banyak sekali teman, sahabat, bahkan keluarga baru di Timika,” ungkap Billyandha.
Di balik kenangan hangat itu, tersimpan pengalaman yang paling membekas dalam perjalanan kariernya, yakni saat menangani konflik antarsuku di Distrik Kwamki Narama. Konflik adat yang berlangsung sekitar delapan bulan tersebut menjadi tantangan terbesar yang pernah dihadapinya sejak menjadi anggota Polri.
Perang adat itu tidak hanya menguras tenaga dan pikiran aparat keamanan, tetapi juga menuntut kesabaran, pendekatan persuasif, serta koordinasi yang intensif dengan tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat.
“Perang yang memakan waktu sekitar delapan bulan itu sangat menguras tenaga dan waktu. Meskipun penyelesaiannya harus dilakukan berkali-kali melalui berbagai upaya, bersyukur situasi akhirnya bisa diredam dan diselesaikan dengan damai,” tuturnya.
Bagi Billyandha, keberhasilan meredam konflik tersebut bukan sekadar capaian dalam menjalankan tugas. Pengalaman itu menjadi titik balik yang membentuk karakter kepemimpinannya sekaligus memperkaya pengalaman profesionalnya sebagai seorang perwira Polri.
Ia mengakui, keberhasilan menangani konflik di Kwamki Narama menjadi salah satu bekal penting yang mengantarkannya memperoleh promosi jabatan ke tingkat yang lebih tinggi.
Kini, AKBP Billyandha Hildiario Budiman mendapat amanah baru sebagai Kasubbidsendak Bidyanmas Baintelkam Polri, menandai babak baru dalam perjalanan pengabdiannya di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Seiring berakhirnya masa tugas Billyandha di Mimika, tongkat estafet kepemimpinan Polres Mimika akan diserahkan kepada AKBP Alfredo Rumbiak. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan mampu melanjutkan berbagai capaian yang telah dirintis, terutama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Mimika.
Bagi Billyandha, Mimika bukan sekadar daerah penugasan. Tanah Amungsa menjadi tempat yang mengajarkannya arti keteguhan, kesabaran, dan pentingnya membangun perdamaian di tengah keberagaman. Pengalaman itulah yang akan terus melekat dalam setiap langkah pengabdiannya di mana pun ia bertugas.(**)





































Discussion about this post