TIMIKA – jurnalpapua.id
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Deiyai turut ambil bagian dalam Timika Inside Festival of Art 2026, sebuah ajang yang mempertemukan pelaku UMKM dari Kabupaten Mimika dan sejumlah kabupaten di Papua Tengah.
Festival yang berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu, 2–4 Juli 2026, di halaman Gedung Eme Neme Yauware, menjadi kesempatan bagi TP-PKK Deiyai untuk memperkenalkan beragam produk kerajinan tangan dan olahan pangan khas daerah.
Berbagai hasil karya anggota TP-PKK Deiyai dipamerkan, mulai dari noken anggrek, noken kulit kayu (noken bebi), bando, topi khas Papua, baju berbahan anyaman kulit kayu, dompet, hingga sepatu. Seluruh produk tersebut merupakan hasil karya tangan anggota PKK yang mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Deiyai.
Selain TP-PKK, Kabupaten Deiyai juga menghadirkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang membawa sejumlah produk unggulan, seperti saus buah merah, minyak buah merah, dan keripik buah merah.
Tak hanya itu, Bagian Perekonomian Daerah Setda Kabupaten Deiyai turut memamerkan berbagai produk olahan lokal, di antaranya terong Belanda segar, selai nanas, selai wortel, selai terong Belanda, jus terong Belanda, kunyit bubuk, jahe siap seduh, serta keripik keladi dan ubi jalar.
Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Deiyai, Ny. Apiana Badii, mengatakan keikutsertaan dalam festival tersebut bertujuan memperkenalkan produk-produk unggulan hasil karya anggota PKK dan masyarakat Deiyai kepada masyarakat Papua Tengah.
“Kami ingin memperkenalkan produk-produk unggulan Deiyai agar semakin dikenal luas. Harapannya, produk-produk ini mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan memiliki peluang pasar yang lebih besar,” ujarnya kepada wartawan.
Ia juga berharap kegiatan seperti Timika Inside Festival of Art dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh kabupaten di Papua Tengah.
“Festival seperti ini sangat baik untuk mempromosikan produk unggulan dari setiap daerah. Kami berharap ke depan Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga dapat menggelar kegiatan serupa sehingga setiap kabupaten memiliki ruang untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif dan produk lokalnya,” tutupnya.(**)






































Discussion about this post