TIMIKA – jurnalpapua.id
Kabupaten Mimika menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kejuaraan Standing Fight dan Muaythai Open Tournament Se-Tanah Papua 2026, yang akan berlangsung pada 13–14 Juli 2026 di Hall Lantai 2 Diana Mall, Timika. Kejuaraan ini menjadi yang pertama digelar dengan menghadirkan atlet-atlet dari berbagai provinsi di Tanah Papua sekaligus menjadi wadah pembinaan bagi para petarung berbakat.
Penyelenggara kegiatan, Jimmy Jones Ayorbaba SE, menjelaskan bahwa turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bertujuan merangkul atlet-atlet bela diri yang selama ini berlatih secara mandiri tanpa memiliki wadah untuk mengembangkan kemampuannya.
“Banyak atlet yang memiliki potensi luar biasa, tetapi belum mempunyai wadah atau jalur untuk berkembang. Melalui kegiatan ini kami ingin merangkul mereka agar bisa menunjukkan kemampuan di arena yang resmi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam satu arena akan digelar dua kategori pertandingan, yakni Standing Fight Open Tournament Se-Tanah Papua dan Kejuaraan Muaythai.
Untuk kategori Standing Fight, pertandingan terbuka bagi seluruh atlet bela diri yang mengandalkan teknik bertarung berdiri. Peserta berasal dari berbagai disiplin bela diri seperti silat, karate, taekwondo, tinju, kickboxing, Wushu, tarung derajat, dan kempo hingga muaythai.
Pekan olahraga Nasional di Sulawesi Utara.
“Standing Fight terbuka untuk semua atlet bela diri yang bertanding dengan teknik berdiri, bukan pertarungan ground fighting. Jadi semua cabang yang memiliki teknik striking bisa ikut berkompetisi,” katanya.
Kejuaraan ini diikuti atlet dari Mimika, Nabire, Biak, Merauke, dan Yahukimo, sehingga menjadi ajang silaturahmi sekaligus adu kemampuan para petarung terbaik dari berbagai daerah di Tanah Papua.
Sementara itu, untuk kategori Muaythai, pertandingan hanya diperuntukkan bagi atlet Muaythai. Selain memperebutkan prestasi, kejuaraan ini juga dijadikan sebagai ajang seleksi atlet Muaythai Papua Tengah yang akan dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Bela Diri di Sulawesi Utara pada Oktober 2026.
“Melalui kejuaraan ini kami sekaligus melakukan seleksi atlet Muaythai Papua Tengah. Atlet yang tampil terbaik akan dipersiapkan menghadapi kejuaraan tingkat nasional di Sulawesi Utara,” jelasnya.
Menariknya, sejumlah atlet senior akan tampil di dua nomor sekaligus, yakni Standing Fight dan Muaythai, sehingga dipastikan persaingan akan berlangsung sengit.
Panitia berharap kejuaraan perdana ini mampu melahirkan atlet-atlet baru yang berprestasi sekaligus menjadi momentum kebangkitan olahraga bela diri di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika sebagai daerah yang terus berkembang dalam pembinaan olahraga prestasi.(**)






































Discussion about this post