TIMIKA – jurnalpapua.id
Pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, dan sektor pendidikan menjadi tiga kebutuhan utama yang disuarakan masyarakat Distrik Jita dalam kegiatan Reses Tahap II Wakil Ketua III DPRK Mimika, Ester Tsenawatme, yang berlangsung di Distrik Jita, Sabtu (11/7/2026).
Reses tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang hingga kini masih menjadi kebutuhan mendesak. Warga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan di Distrik Jita yang dinilai masih tertinggal dibanding wilayah lainnya.
Berbagai usulan disampaikan masyarakat, mulai dari pembangunan jalan, Jembatan Kamapri, bandara, penyediaan listrik dan air bersih, peningkatan pelayanan kesehatan, hingga penguatan sektor pendidikan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ester Tsenawatme menegaskan seluruh usulan masyarakat akan terus diperjuangkan melalui koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta dibahas dalam proses penyusunan anggaran bersama Pemerintah Kabupaten Mimika.
“Tugas kami adalah menyampaikan dan mengawal aspirasi masyarakat. Walaupun tidak semua bisa langsung diwujudkan, kami akan terus mengingatkan pemerintah agar kebutuhan masyarakat menjadi perhatian,” ujarnya.
Ester mengungkapkan, sejumlah aspirasi yang sebelumnya diperjuangkan mulai menunjukkan hasil, di antaranya pembangunan rumah, penyediaan air bersih, jaringan listrik, lapangan, hingga dermaga. Namun demikian, ia mengakui masih ada sejumlah program yang membutuhkan penyelesaian secara bertahap.
Dalam dialog tersebut, warga menilai pembangunan di Distrik Jita belum berjalan merata. Mereka meminta pemerintah memprioritaskan pembangunan jalan, Jembatan Kamapri, dan bandara sebagai sarana vital untuk membuka akses transportasi dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Di sisi lain, masyarakat menilai pembangunan pos keamanan di setiap kampung belum menjadi kebutuhan mendesak karena situasi keamanan di Distrik Jita hingga saat ini masih relatif aman dan kondusif.
Warga juga mendesak pemerintah segera meresmikan Kantor Distrik Jita yang telah selesai dibangun sejak tahun lalu agar dapat segera difungsikan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menanggapi hal itu, Ester menjelaskan bahwa peresmian kantor distrik merupakan kewenangan pemerintah daerah melalui dinas terkait. Meski demikian, pihaknya berkomitmen terus mendorong percepatan proses tersebut.
Selain itu, masyarakat berharap pelaksanaan program padat karya tahun 2026 dapat dikelola langsung oleh pemerintah kampung agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat setempat. Warga juga mengungkapkan kekecewaan karena usulan pengadaan 25 unit lampu kampung hanya direalisasikan sebanyak 10 unit.
Pada sektor kesehatan, masyarakat meminta pemerintah segera mengoperasikan ambulans laut yang hingga kini belum dimanfaatkan. Akibat belum beroperasinya fasilitas tersebut, warga yang membutuhkan penanganan medis darurat masih harus menggunakan perahu milik pribadi menuju rumah sakit, sehingga berpotensi menghambat proses penyelamatan pasien.
Sementara di bidang pendidikan, masyarakat menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan 10 unit rumah bagi pelajar dari 10 kampung di Distrik Jita. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai sangat penting untuk memastikan anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala tempat tinggal.
Tak hanya itu, warga juga meminta pemerintah daerah menindaklanjuti proposal renovasi Gedung Gereja Maranatha Jita di Kampung Noema yang telah diajukan sebelumnya, serta mengusulkan pembangunan balai kampung sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Menutup kegiatan reses, Ester kembali menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat hingga mendapat perhatian pemerintah daerah. Ia memastikan berbagai usulan prioritas, termasuk percepatan peresmian Kantor Distrik Jita, pengoperasian ambulans laut, serta pembangunan infrastruktur dasar akan terus diperjuangkan dalam pembahasan anggaran daerah.
Ia berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah kampung, pemerintah distrik, pemerintah daerah, dan DPRK Mimika semakin kuat sehingga pembangunan di Distrik Jita dapat berlangsung lebih merata dan berkelanjutan.
“Mungkin tidak semua usulan bisa direalisasikan sekaligus. Namun kami akan terus mengawal agar setiap tahun ada pembangunan nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat Distrik Jita,” tutup Ester.(**)







































Discussion about this post