TIMIKA – jurnalpapua.id
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Tata Laksana Stunting bagi tim penanganan stunting dari 26 puskesmas se-Kabupaten Mimika di Hotel Grand Tembaga, Timika, Rabu (15/7/2026).
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Harapan Kita Jakarta, yakni dokter spesialis anak dr. Novitria Dwinanda, Sp.A(K) dan dr. Prajnya Pramitha, Sp.A, yang membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan terbaru dalam deteksi dini serta penanganan stunting.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, dr. Sisma HL, mengatakan peserta pelatihan merupakan tim penanganan stunting di setiap puskesmas yang terdiri atas dokter, perawat, bidan, petugas gizi, petugas Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS), serta tenaga kesehatan lain yang terlibat langsung dalam pelayanan ibu dan anak.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan antara Dinkes Mimika dan RSIA Harapan Kita yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan anak di Mimika.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan agar penanganan stunting di fasilitas pelayanan kesehatan semakin optimal,” kata Sisma.
Ia menjelaskan materi yang diberikan meliputi deteksi dini stunting, tata laksana penanganan, pendampingan keluarga, hingga evaluasi hasil intervensi. Selain memperdalam aspek teori, peserta juga mendapat pembekalan praktik untuk meningkatkan keterampilan pelayanan di lapangan.
Salah satu materi yang menjadi perhatian utama adalah teknik pengukuran antropometri. Menurut Sisma, kemampuan melakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan indikator pertumbuhan secara tepat menjadi dasar penting dalam menentukan diagnosis stunting.
“Kalau pengukurannya tidak tepat, diagnosisnya juga bisa keliru. Karena itu kemampuan dasar seperti pengukuran antropometri harus terus diasah,” ujarnya.
Sisma mengungkapkan prevalensi stunting di Kabupaten Mimika saat ini menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak lengah dalam melakukan upaya pencegahan dan penanganan.
“Walaupun angkanya sudah menurun, bukan berarti kita lengah. Justru kapasitas tenaga kesehatan harus terus diperkuat agar penurunan stunting dapat dipertahankan bahkan terus ditingkatkan,” katanya.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di puskesmas masing-masing sehingga pelayanan kesehatan ibu dan anak semakin berkualitas, sekaligus mempercepat deteksi dan penanganan kasus stunting di tingkat pelayanan primer.
Melalui pelatihan ini, Dinkes Mimika menargetkan seluruh tenaga kesehatan di puskesmas memiliki standar kompetensi yang sama dalam penanganan stunting, sehingga upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Mimika dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.







































Discussion about this post