PUNCAK, jurnalpapua.id
Kepala Suku Besar Damal Kabupaten Puncak, Yohan Dewelek, mengimbau masyarakat tidak membakar lahan, kebun, maupun rumput kering selama kondisi cuaca panas dan minim hujan masih berlangsung.
Imbauan itu disampaikan kepada masyarakat Kampung Pinapa, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Rabu (26/8/2026).
Menurut Yohan, kondisi cuaca kering membuat rumput dan semak di sejumlah wilayah mulai mengering. Debit air di beberapa sungai juga mengalami penyusutan akibat rendahnya curah hujan.
Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan apabila masyarakat membuka kebun atau membersihkan rumput dengan cara dibakar.
“Sekarang rumput dan semak sudah banyak yang kering, sementara air di sungai juga mulai menyusut. Karena itu, kita semua harus bersama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan yang nantinya dapat merugikan masyarakat,” ujar Yohan.
Ia mengatakan, api dari pembakaran lahan yang tidak terkendali berpotensi merambat ke kebun, kawasan hutan, honai, hingga rumah warga yang berada di sekitar lokasi.
Kebakaran juga berisiko merusak tanaman pangan yang menjadi sumber kebutuhan sehari-hari masyarakat, seperti keladi dan sayur-sayuran.
Menurut Yohan, paparan panas dan asap dari kebakaran dapat membuat tanaman layu, mengering, bahkan rusak. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap ketersediaan pangan masyarakat.
Selain ancaman kebakaran, Yohan mengingatkan adanya potensi dampak lanjutan terhadap kondisi tanah.
Vegetasi berupa rumput, semak, dan pepohonan memiliki fungsi penting dalam menjaga kestabilan tanah. Apabila kawasan tersebut terbakar dan kehilangan vegetasi, risiko erosi maupun tanah longsor dapat meningkat ketika hujan dengan intensitas tinggi kembali turun.
“Kalau hutan dan rumput habis terbakar, kemudian hujan turun dengan deras, tanah akan lebih mudah longsor. Dampaknya bisa merusak kebun, rumah, jalan maupun fasilitas umum dan pada akhirnya merugikan kita semua,” katanya.
Karena itu, Yohan meminta masyarakat menunda aktivitas pembakaran lahan selama cuaca masih panas dan kering.
Ia juga mengajak warga bersama-sama menjaga kawasan hutan, kebun, permukiman, serta sumber air untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Usai menyampaikan imbauan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan bahan makanan kepada masyarakat Kampung Pinapa.
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang turut memengaruhi tanaman dan hasil kebun masyarakat.
Yohan berharap imbauan tersebut dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan sumber pangan di Kabupaten Puncak.(**)







































Discussion about this post