ILAGA, jurnalpapua.id
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Puncak di kompleks perkantoran Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Papua Tengah, hangus terbakar pada Rabu (26/8/2026) malam.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIT itu menghanguskan seluruh bangunan kantor beserta isinya. Tidak ada barang yang dilaporkan berhasil diselamatkan.
Kapolres Puncak AKBP Domingos De F Ximenes membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, kepolisian belum dapat memastikan penyebab kebakaran karena pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) belum dilakukan secara menyeluruh.
“Iya betul. Namun, penyebabnya kami masih dalami karena kejadian malam hari dan minim penerangan. Kami belum bisa pastikan apa penyebabnya,” kata Domingos di Ilaga, Rabu malam.
Api kemudian berhasil dipadamkan. Meski satu gedung pemerintahan ludes terbakar, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Distrik Ilaga dilaporkan tetap kondusif.
Aparat kepolisian meningkatkan patroli di sekitar lokasi dan sejumlah titik di Ilaga untuk mengantisipasi gangguan keamanan lanjutan.
“Untuk pengamanan, anggota lakukan patroli rutin. Besok pagi rencananya akan dilakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran,” ujar Domingos.
Polisi Temukan Indikasi Awal
Dalam perkembangan informasi yang disampaikan kepolisian dan dikutip ANTARA, Polres Puncak menyebut terdapat indikasi awal bahwa kebakaran kemungkinan terjadi akibat unsur kesengajaan. Personel Polres Puncak yang diperkuat BKO Brimob langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dan kemudian melakukan pengamanan bersama TNI.
Polisi mendapati pintu depan Kantor BPBD dalam keadaan terbuka ketika petugas tiba. Kondisi tersebut menjadi salah satu petunjuk awal yang kini didalami penyidik. Namun, kepolisian belum menyimpulkan penyebab kebakaran maupun menetapkan pihak yang bertanggung jawab.
Penyelidikan melalui olah TKP dijadwalkan dilakukan Kamis (27/8/2026). Pemeriksaan diperlukan untuk mencari titik awal api, mengumpulkan barang bukti, serta memastikan apakah kebakaran disebabkan faktor teknis atau perbuatan seseorang.
Terjadi Dua Pekan Setelah Kerusuhan Ilaga
Kebakaran Kantor BPBD terjadi sekitar dua pekan setelah kerusuhan yang menyasar sejumlah fasilitas pemerintahan Kabupaten Puncak pada 11 Agustus 2026.
Saat itu, aksi pembakaran, perusakan, dan penjarahan terjadi setelah muncul persoalan terkait penyaluran Dana Desa tahap pertama 2026. Pemerintah Kabupaten Puncak menyebut kericuhan dipicu kesalahpahaman mengenai perbedaan besaran Dana Desa antara tahun anggaran 2025 dan 2026.
Data Pemkab Puncak mencatat alokasi Dana Desa pada 2025 sebesar sekitar Rp154,74 miliar, sedangkan pada 2026 sebesar Rp103,16 miliar atau berkurang sekitar Rp51,58 miliar. Bupati Puncak Elvis Tabuni sebelumnya menegaskan perubahan itu bukan pemotongan yang dilakukan pemerintah kabupaten, melainkan bagian dari perubahan alokasi anggaran.
Pascakerusuhan tersebut, Polda Papua Tengah dan Polres Puncak melakukan penyelidikan di sejumlah fasilitas pemerintahan yang terdampak pembakaran, perusakan, maupun penjarahan. Hingga 14 Agustus, polisi telah melakukan olah TKP di 11 lokasi, termasuk Kantor BPBD dan gudang logistik BPBD.
Terkait kebakaran pada Rabu malam, polisi juga mendalami kemungkinan adanya hubungan dengan rangkaian peristiwa sebelumnya. Namun, hingga kini belum ada kesimpulan bahwa kedua kejadian tersebut berkaitan.
Kepolisian memastikan penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran, sementara aparat gabungan meningkatkan patroli guna menjaga situasi Ilaga tetap aman dan kondusif.(**)








































Discussion about this post