TIMIKA, jurnalpapua.id
Identitas dua pemuda yang ditemukan tewas dengan luka di bagian leher di kawasan SP 3, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (30/8/2026) dini hari, mulai terungkap.
Kedua korban diketahui bernama Nomison Genongga dan Tardius Kogoya. Keduanya merupakan siswa STM Negeri 1 Kuala Kencana, jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), yang tengah menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di sebuah bengkel mobil di kawasan tersebut.
Nomison diketahui tinggal di Jalur 1 Trans Lokal SP 3, sedangkan Tardius berdomisili di SP 12 Blok 1.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keduanya mulai menjalani PKL di Bengkel Mobil Mas Mul sejak 1 Juli 2026.
Terdapat empat siswa STM Negeri 1 Kuala Kencana yang tercatat menjalani PKL di bengkel tersebut, yakni Juan Andreas Piterzon Pesiwarisa, Brian Regen Retraubun, Nomison Genongga, dan Tardius Kogoya.
Keempat siswa tersebut merupakan peserta PKL jurusan otomotif atau Teknik Kendaraan Ringan.
Sebelumnya, warga Timika dihebohkan dengan penemuan dua jenazah laki-laki di sekitar bengkel di kawasan jalan menuju Kompi B, SP 3.
Kedua korban ditemukan dalam kondisi mengalami luka serius, termasuk luka pada bagian leher. Berdasarkan informasi awal yang beredar, peristiwa tersebut diduga terjadi sekitar pukul 03.00 WIT.
Saat ditemukan, salah seorang korban disebut hanya mengenakan celana pendek tanpa baju. Korban lainnya mengenakan kemeja kotak-kotak merah hitam dan celana pendek berwarna kuning.
Foto dan video penemuan kedua korban kemudian beredar luas melalui sejumlah grup WhatsApp masyarakat Timika. Dalam pesan yang beredar, warga juga saling mengingatkan agar berhati-hati ketika melintas di sekitar lokasi kejadian.
Meski demikian, berbagai narasi yang beredar di media sosial dan grup percakapan belum seluruhnya dapat dipastikan kebenarannya.
Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi, motif, serta pihak yang bertanggung jawab atas kematian kedua siswa tersebut.
Belum diketahui pula apakah peristiwa itu memiliki kaitan dengan konflik yang terjadi di wilayah Kwamki Narama atau merupakan kasus kriminal dengan motif lain.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi sebelum adanya keterangan resmi dari kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, jurnalpapua.id masih menunggu keterangan resmi dari pihak Polres Mimika terkait hasil olah tempat kejadian perkara, penyebab kematian, maupun perkembangan penyelidikan terhadap kasus tersebut.(**)










































Discussion about this post