TIMIKA, jurnalpapua.id
Upaya pencarian terhadap tujuh warga yang menjadi korban penculikan di wilayah Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih terus dilakukan. Hingga Rabu (16/9/2026), keberadaan ketujuh korban tersebut belum diketahui.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, kondisi geografis yang sulit dan terisolasi menjadi salah satu kendala utama dalam memperoleh informasi maupun melakukan pencarian langsung.
Wilayah sekitar Kampung Bela 1, Distrik Alama, tempat dua korban sebelumnya ditemukan, tidak memiliki jaringan telekomunikasi maupun listrik. Bahkan, akses dari kampung terdekat harus ditempuh dengan berjalan kaki selama tiga hingga empat hari.
“Di sana enggak ada listrik sama sekali. Itu Kampung Bela. Dengan kampung terdekat saja jalan kaki tiga atau empat hari,” kata Yusuf saat dikonfirmasi wartawan, Rabu.
Dengan keterbatasan tersebut, aparat menggandeng kepala suku, tokoh adat dan masyarakat setempat untuk membantu menelusuri keberadaan tujuh korban lainnya.
Menurut Yusuf, masyarakat yang mengetahui medan menjadi bagian penting dalam pencarian karena akses aparat menuju sejumlah lokasi sangat terbatas. Komunikasi dari wilayah tersebut juga sebagian besar mengandalkan radio untuk meneruskan informasi ke Timika.
Sebelumnya, sembilan perempuan dilaporkan dibawa kelompok bersenjata dari wilayah Jila pada 17 Agustus 2026. Dua di antaranya, Demerina Uamang dan Yosina, kemudian ditemukan masyarakat di sekitar Kampung Bela 1 pada 7 September.
Demerina ditemukan dalam kondisi selamat, sementara Yosina meninggal dunia. Setelah kondisi cuaca memungkinkan, Demerina akhirnya dievakuasi menggunakan helikopter ke Timika pada Senin (14/9/2026) dan mendapatkan penanganan medis di RS Bhayangkara Timika.
Hingga kini, aparat masih berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan warga setempat untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan tujuh korban lainnya.
Yusuf mengatakan pencarian akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan serta keselamatan semua pihak yang terlibat.
Satgas Operasi Damai Cartenz juga meminta masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan para korban segera menyampaikannya kepada aparat agar dapat ditindaklanjuti. (**)







































Discussion about this post