TIMIKA, jurnalpapua.id
Setelah bertahan dalam kondisi sulit selama hampir 30 hari, seorang perempuan yang selamat dari peristiwa penyanderaan kelompok bersenjata di wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akhirnya berhasil dievakuasi ke Timika, Senin (14/9/2026).
Korban berinisial D.U. atau Demerina Uamang dievakuasi Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Mimika dan unsur terkait menggunakan Helikopter Polri dari Kampung Bela 1, Distrik Alama, menuju Timika.
Setibanya di Timika, korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Mile 32 untuk mendapatkan penanganan medis sekaligus menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh setelah melewati kondisi berat selama hampir satu bulan.
Di rumah sakit, korban mendapat perhatian langsung dari Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini yang datang menjenguk sekaligus melihat kondisi korban pascaevakuasi.
Kunjungan Kapolda tersebut menjadi bentuk perhatian jajaran kepolisian terhadap keselamatan dan pemulihan korban setelah berhasil keluar dari situasi penyanderaan yang mengancam keselamatan jiwanya.
Evakuasi Demerina menjadi perkembangan penting dalam penanganan kasus penyanderaan sejumlah perempuan yang sebelumnya dilaporkan terjadi di wilayah Distrik Jila.
Demerina merupakan salah satu korban yang berhasil selamat setelah hampir sebulan berada dalam kondisi yang sangat sulit. Ia sebelumnya ditemukan bersama Yosina Tsenawatme setelah keduanya berhasil keluar dari penguasaan kelompok bersenjata.
Namun, Yosina kemudian meninggal dunia. Jenazahnya selanjutnya ditangani pihak keluarga melalui prosesi adat.
Setelah keberadaan Demerina dipastikan, aparat keamanan melakukan proses evakuasi melalui jalur udara mengingat medan pedalaman yang sulit dijangkau. Helikopter Polri diterbangkan menuju Kampung Bela 1 untuk menjemput korban dan membawanya ke Timika.
Keberhasilan evakuasi tersebut merupakan bagian dari upaya bersama aparat keamanan dan unsur terkait dalam memberikan perlindungan serta memastikan keselamatan masyarakat sipil yang terdampak gangguan keamanan di Papua Tengah.
Kasus ini sebelumnya menyita perhatian setelah sembilan perempuan dilaporkan dibawa paksa dalam rangkaian gangguan keamanan di wilayah Distrik Jila pada Agustus 2026.
Dari sembilan korban tersebut, Demerina dan Yosina kemudian berhasil keluar. Demerina ditemukan dalam keadaan selamat, sementara Yosina meninggal dunia.
Dengan berhasilnya Demerina dievakuasi ke Timika, perhatian aparat kini tetap tertuju pada upaya mencari dan menyelamatkan korban lainnya yang hingga kini belum kembali kepada keluarga.
Aparat keamanan bersama pemerintah, tokoh masyarakat dan berbagai pihak terkait terus melakukan koordinasi serta membangun komunikasi guna memperoleh informasi mengenai keberadaan para korban lainnya.
Keberhasilan membawa Demerina ke Timika menjadi harapan baru bagi keluarga. Setelah melewati hampir 30 hari dalam kondisi penuh keterbatasan dan ancaman, ia kini berada dalam penanganan medis, sementara upaya penyelamatan terhadap korban lainnya terus dilakukan.(**)










































Discussion about this post