JAYAPURA, jurnalpapua.id
Lima warga yang merupakan anggota keluarga mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari wilayah perbatasan Papua-Papua Nugini menyatakan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam proses tersebut, mereka juga menyerahkan tiga pucuk senjata api beserta amunisi kepada TNI.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan, kelima warga tersebut sebelumnya berada di lingkungan kelompok OPM di kawasan perbatasan. Mereka kemudian diterima Danrem 172/PWY Brigjen TNI Robby Suryadi pada Jumat (25/9/2026).
“Harapan saya, mereka yang baru kembali dapat menjadi jembatan damai untuk mengajak saudara-saudara kita yang masih berada di dalam hutan untuk kembali berbaur, berkebun, dan membangun masa depan bersama tanpa rasa cemas,” kata Pangdam saat memberikan keterangan pers di Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Minggu (27/9/2026).
Menurut keterangan Kodam XVII/Cenderawasih, dalam proses tersebut kelima warga menyerahkan tiga pucuk senjata api, masing-masing satu pistol FN, satu revolver dan satu senjata rakitan. Sejumlah amunisi dan magasin turut diserahkan.
Pangdam menjelaskan, kembalinya kelima warga itu merupakan hasil pembinaan teritorial yang dilakukan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih secara berkelanjutan melalui Korem, Kodim hingga satuan kewilayahan.
Pembinaan tersebut, kata dia, tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga dilakukan melalui pendekatan kepada masyarakat serta program pemberdayaan ekonomi.
Salah satu proses pembinaan bermula pada 2019, ketika seorang tokoh OPM berinisial LK memilih kembali ke NKRI. Kodam XVII/Cenderawasih kemudian memberikan bantuan sarana usaha peternakan kepada LK untuk mendukung perekonomian keluarganya.
“Kami memberikan dukungan sarana usaha peternakan agar ekonomi keluarga beliau lebih mandiri,” ujar Febriel.
Menurut Pangdam, perkembangan kehidupan keluarga LK setelah mendapatkan pendampingan ikut mendorong anggota keluarganya yang masih berada di wilayah perbatasan untuk mengambil keputusan serupa.
Ia menilai pendekatan keamanan perlu berjalan bersama dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Pangdam mendorong sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat untuk menjaga keamanan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.
Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan, peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya pembinaan teritorial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Kehadiran aparat di tengah masyarakat diarahkan tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membantu membuka ruang bagi masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya. (**)







































Discussion about this post