TIMIKA, jurnalpapua.id
Kader Partai Gerindra yang juga Ketua Komisi II DPRK Mimika, Dolfin Beanal, mendesak PT PanganSari Utama dan PT Freeport Indonesia (PTFI) membuka akses kemitraan dan peluang usaha bagi masyarakat lokal, khususnya Suku Amungme, Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Desakan tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap yang menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat asli Papua dalam aktivitas ekonomi perusahaan yang telah beroperasi selama puluhan tahun di wilayah Mimika.
Dolfin menilai, keberadaan perusahaan berskala besar di Mimika semestinya memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah membuka kesempatan yang adil bagi pengusaha lokal, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta koperasi masyarakat untuk menjadi mitra dan vendor perusahaan.
Menurut dia, akses kemitraan perlu dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan tidak diskriminatif agar masyarakat lokal memiliki kesempatan yang setara untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“ Masyarakat harus merasakan manfaat nyata di tanah sendiri,” demikian pesan yang disampaikan Dolfin dalam pernyataan sikapnya.
Minta Evaluasi Kerja Sama dengan PT PanganSari Utama
Dalam pernyataannya, Dolfin secara khusus mendesak PT PanganSari Utama agar segera membuka akses vendor bagi masyarakat lokal. Ia menilai, kesempatan berusaha harus diperluas sehingga pengusaha lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah aktivitas ekonomi perusahaan yang berlangsung di daerah mereka sendiri.
Dolfin juga meminta PT Freeport Indonesia mengevaluasi pola kerja sama dengan perusahaan penyedia barang dan jasa apabila akses kemitraan bagi pengusaha lokal tidak dibuka secara memadai.
Ia menegaskan, apabila PT PanganSari Utama tidak bersedia memenuhi tuntutan tersebut, PTFI diminta mengevaluasi kerja sama yang berjalan dan mempertimbangkan penggantian mitra dengan perusahaan baru yang menerapkan sistem kemitraan terbuka bagi masyarakat lokal.
Langkah tersebut, menurut pernyataan sikap Dolfin, diperlukan untuk mendorong terciptanya iklim usaha yang lebih inklusif dan memastikan masyarakat asli Papua memperoleh ruang yang lebih luas dalam rantai pasok perusahaan.
Masyarakat Lokal Harus Mendapat Kesempatan
Dolfin menekankan bahwa keterlibatan masyarakat lokal dalam kegiatan ekonomi perusahaan tidak cukup hanya melalui penyerapan tenaga kerja. Peluang usaha melalui pengadaan barang dan jasa, kemitraan UMKM, serta koperasi juga perlu menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan terbukanya akses vendor, pengusaha lokal diharapkan dapat mengembangkan kapasitas usaha, memperluas jaringan bisnis, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan perputaran ekonomi di Kabupaten Mimika.
Namun, untuk mewujudkan kemitraan yang berkelanjutan, perusahaan dan pelaku usaha lokal juga perlu membangun sistem kerja sama yang profesional, dengan persyaratan yang jelas, proses pengadaan yang transparan, serta standar kualitas dan keselamatan yang sesuai kebutuhan perusahaan.
Keterbukaan informasi mengenai persyaratan menjadi vendor, proses seleksi, dan mekanisme evaluasi kemitraan dinilai penting agar kesempatan yang tersedia dapat diakses oleh pelaku usaha lokal secara adil.
Siap Minta Perhatian Pemerintah Pusat
Dolfin menyatakan, apabila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti, dirinya akan meminta pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap persoalan akses kemitraan bagi masyarakat lokal.
Ia juga mendorong agar pola kemitraan yang berjalan dapat dievaluasi sehingga peluang usaha bagi masyarakat asli Papua tidak terhambat oleh sistem yang kurang terbuka.
Dalam pernyataan sikapnya, Dolfin turut menyampaikan tuntutan tersebut kepada Bupati Mimika dan pimpinan DPRK Mimika sebagai pihak yang diharapkan memberi perhatian terhadap perluasan kesempatan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Persoalan akses vendor ini menjadi penting karena keterlibatan pengusaha lokal dalam kegiatan ekonomi perusahaan dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di daerah.
Bagi Mimika, yang memiliki aktivitas ekonomi strategis melalui sektor pertambangan dan jasa pendukungnya, perluasan kemitraan lokal diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang lebih merata.
Dolfin berharap PT PanganSari Utama dan PT Freeport Indonesia memberikan perhatian terhadap aspirasi tersebut serta membuka ruang dialog untuk mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.(**)





















































Discussion about this post