TIMIKA, jurnalpapua.id
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III mengamankan 79 pucuk senjata api dan senapan angin, 394 butir amunisi, serta sejumlah barang bukti lainnya dalam pelaksanaan operasi pengamanan sepanjang Triwulan III Tahun Anggaran 2026 di wilayah Papua dan sekitarnya.
Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan hasil operasi tersebut dalam konferensi pers penyampaian hasil pelaksanaan Operasi Triwulan III Tahun Anggaran 2026.
Ia mengatakan, operasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan, menegakkan kedaulatan negara, serta melindungi masyarakat dari berbagai ancaman, termasuk aktivitas kelompok bersenjata, penyelundupan, dan kegiatan ilegal lainnya.
“Konferensi pers ini merupakan wujud keterbukaan informasi publik sekaligus bentuk pertanggungjawaban Tentara Nasional Indonesia, khususnya Kogabwilhan III, kepada masyarakat,” kata Lucky dalam keterangannya.
Berdasarkan data yang disampaikan, barang bukti senjata yang diamankan terdiri atas 24 pucuk senjata organik, 25 pucuk senjata campuran, dan 30 pucuk senapan angin.
Dari 24 pucuk senjata organik tersebut, sebanyak 11 pucuk merupakan senjata api laras pendek atau pistol, sedangkan 13 pucuk lainnya merupakan senjata api laras panjang.
Sementara itu, 25 pucuk senjata campuran terdiri atas tiga pucuk senjata api laras pendek kaliber 9 milimeter dan 22 pucuk senjata api laras panjang kaliber 5,56 milimeter.
Selain senjata, Satgas TNI juga mengamankan 394 butir amunisi yang terdiri atas 304 butir kaliber 5,56 milimeter, 30 butir kaliber 7,62 milimeter, dan 60 butir kaliber 9 milimeter.
Petugas turut menemukan 55 kelongsong amunisi, terdiri atas 50 kelongsong kaliber 5,56 milimeter dan lima kelongsong kaliber 7,62 milimeter.
Amankan Perangkat Komunikasi hingga Dokumen
Selain persenjataan dan amunisi, operasi tersebut menghasilkan sejumlah barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata dan jaringan pendukungnya.
Barang bukti itu meliputi 28 unit handy talky (HT), 50 telepon genggam, satu unit drone, 10 alat optik, serta 10 bendel dokumen terkait Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Satgas TNI juga mengamankan 1.347 batang ganja, 10 papan solar cell, 20 set aksesori Bintang Kejora, 20 set panah dan busur, 20 buah parang, 10 buah kapak, serta 10 buah aksesori OPM.
Selain itu, terdapat uang tunai sebesar Rp26.773.000 dan 45 lembar uang lama atau kuno yang turut diamankan sebagai barang bukti.
Menurut Lucky, pengamanan berbagai barang bukti tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memutus mata rantai aktivitas ilegal, mulai dari sumber perolehan barang, jalur distribusi, jaringan pendukung, hingga sistem logistik yang digunakan pihak-pihak yang dinilai mengancam keamanan masyarakat.
Ia menilai, keberhasilan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penyitaan barang, tetapi juga dengan upaya membatasi kemampuan operasional kelompok bersenjata di wilayah Papua.
Sebut 22 Tokoh dan Anggota OPM Ditindak
Dalam konferensi pers tersebut, Lucky juga menyampaikan bahwa operasi Triwulan III 2026 menindak 22 orang yang diidentifikasi sebagai tokoh dan anggota OPM dari sejumlah wilayah operasi.
Mereka disebut memiliki berbagai peran dalam struktur kelompok, mulai dari bidang logistik, operasi, komando batalion, hingga unsur pendukung lainnya.
Dari Kodap IV/Soraya, nama-nama yang disebut meliputi Yesias Mate, Manuel Yohanes Aimau, Alfon Sorry, Arso Aisnak, Manfred Fateem, Anton Fatem, Yesias Fatem, Riki Asiasior, Yopi Frasov, Yohannes Ky, dan Zakarias Fatem.
Dari Kodap III/Ndugama, terdapat Lau Gwijangge, Ket Gwijangge, Peltu Usmabul, dan Lut Wumangge alias Medak-Medak.
Sementara dari Kodap XVI/Yahukimo, nama yang disebut adalah Bilip Kobak. Dari wilayah Ilaga, terdapat Jeki Murib, sedangkan dari Kodap XIII/Kegepa Nipouda disebut nama Oktonil Degei.
Nama lainnya adalah Abdon Kisamlu dari Kodap XXXV/Bintang Timur, Dinus Tigau dan Hurbianus Mirip dari Kodam III/D Dulla, serta Colonel Jacob dari unsur wilayah Domberai.
Lucky mengatakan, operasi tersebut didukung soliditas antarsatuan TNI dan koordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN), termasuk pertukaran informasi mengenai keberadaan pimpinan dan anggota kelompok bersenjata serta persenjataan yang mereka miliki.
Menurut dia, informasi intelijen dan koordinasi lintas satuan menjadi salah satu faktor pendukung pelaksanaan operasi di berbagai wilayah Papua.
Penindakan terhadap sejumlah orang yang disebut memiliki posisi dalam struktur kelompok bersenjata itu, lanjutnya, diarahkan untuk melemahkan struktur komando, jaringan pendukung, serta kemampuan operasional kelompok tersebut.
TNI Tegaskan Operasi Sesuai Ketentuan Hukum
Lucky menegaskan, seluruh pelaksanaan operasi tetap mengedepankan aturan pelibatan atau rules of engagement, prinsip hukum yang berlaku, nilai-nilai kemanusiaan, serta koordinasi dengan instansi terkait.
Kogabwilhan III, kata dia, akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan operasional melalui penguatan patroli serta pengawasan wilayah darat, laut, dan udara, terutama di kawasan rawan dan wilayah perbatasan.
Koordinasi dengan kementerian dan lembaga, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat juga akan terus diperkuat untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif dan berkelanjutan.
Ia mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan menyampaikan informasi kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang diduga melanggar hukum atau berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Menurut Lucky, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.
Di akhir keterangannya, ia mengajak anggota kelompok bersenjata OPM yang masih berada di hutan dan pegunungan untuk menghentikan aktivitas bersenjata dan memilih jalan damai dengan kembali bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami mengajak kepada seluruh anggota kelompok bersenjata OPM yang masih berada di hutan dan gunung untuk menghentikan segala bentuk aktivitas yang dapat mengganggu keamanan masyarakat dan memilih jalan damai dengan kembali bergabung bersama NKRI,” imbuhnya.(**)





















































Discussion about this post