TIMIKA, jurnalpapua.id
Pastor Alexander David Buntoro, SCJ, yang dikenal sebagai Romo David, meninggal dunia setelah ditemukan tenggelam di kolam renang kawasan Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (17/10/2026).
Pastor yang melayani umat Katolik di Paroki Kokonao itu sempat mendapat pertolongan dari petugas medis Klinik Kuala Kencana bersama tim Emergency Response Group (ERG). Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.41 WIT.
Kepolisian telah melakukan penanganan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kematian pastor tersebut.
Informasi yang dihimpun dari pemberitaan media lokal menyebutkan, peristiwa itu diketahui sekitar pukul 11.30 WIT. Seorang anak yang berada di area kolam melihat benda berwarna gelap di dasar kolam dengan kedalaman sekitar tiga meter.
Setelah diperhatikan, benda tersebut ternyata tubuh seorang pria dalam posisi tengkurap. Anak itu kemudian meminta pertolongan kepada orang dewasa di sekitar lokasi.
Seorang pengunjung selanjutnya turun ke kolam dan mengevakuasi korban ke tepi. Petugas kolam bersama tim tanggap darurat kemudian memberikan pertolongan awal.
Petugas medis dari Klinik Kuala Kencana bersama tim ERG melakukan resusitasi jantung paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR). Setelah upaya pertolongan dilakukan, korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas Timika.
Kanit Reskrim Polsek Kuala Kencana, Ipda Willy B., menjelaskan, pihak kepolisian menerima laporan dari petugas keamanan PT Freeport Indonesia sekitar pukul 11.43 WIT.
Personel Polsek Kuala Kencana kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal dan mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut.
Sekitar pukul 13.00 WIT, tim identifikasi atau Inafis Polres Mimika tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP.
Berdasarkan informasi pemeriksaan awal yang diberitakan media, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian belum dapat disimpulkan dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Informasi akses masuk yang diberitakan media juga menyebutkan korban memasuki area kolam renang sekitar pukul 08.55 WIT pada hari kejadian.
Sebelum meninggal dunia, Romo David diketahui berada di Timika untuk berpamitan sebelum melanjutkan tugas pelayanan ke Palembang, Sumatera Selatan.
Vikaris Yudisial Dewan Pimpinan Keuskupan Timika, Rd. Amandus Rahadat, Pr., menyampaikan bahwa Romo David sebelumnya mengikuti Misa Krisma di Gereja SP 2 pada Jumat (16/10/2026) malam.
Pada Sabtu pagi, almarhum pergi berenang di kawasan Kuala Kencana. Menurut keterangan Pastor Amandus yang dikutip media, Romo David memang terbiasa berenang.
Pastor Amandus juga menyebutkan bahwa almarhum memiliki riwayat keluhan saraf terjepit. Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan berkaitan dengan peristiwa yang menyebabkan kematiannya.
Romo David diketahui telah menjalankan pelayanan pastoral di wilayah Kokonao selama kurang lebih satu tahun. Kepergiannya menjadi kabar duka bagi umat yang selama ini menerima pelayanan pastoralnya, serta keluarga besar Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ).
Setelah dievakuasi dari Kuala Kencana, jenazah dibawa ke RSMM Caritas Timika untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan informasi yang beredar pada Sabtu, Misa Requiem dijadwalkan berlangsung pukul 18.30 WIT di kapela Caritas.
Jenazah juga direncanakan diberangkatkan ke Palembang pada Minggu (18/10/2026). Kepastian jadwal pemulangan tersebut perlu dikonfirmasi kembali kepada pihak Keuskupan Timika atau Kongregasi SCJ.(**)





















































Discussion about this post