TIMIKA, jurnalpapua.id
Posyandu Anggrek di Kampung Limau Asri Timur, Distrik Iwaka, menjadi salah satu dari 10 posyandu yang mengikuti Lomba Posyandu Tingkat Kabupaten Mimika Tahun 2026.
Penilaian di Posyandu Anggrek yang berlangsung pada Rabu (2/9/2026) sekaligus menjadi penutup rangkaian penilaian yang telah dilakukan tim juri sejak 31 Agustus 2026.
Tidak sekadar mengejar predikat juara, lomba tahun ini menjadi ajang mengukur kesiapan kader menghadapi perubahan pola pelayanan Posyandu. Kader kini tidak hanya berfokus pada ibu hamil, bayi dan balita, tetapi dituntut mampu memberikan pelayanan bagi masyarakat dalam seluruh siklus kehidupan, mulai anak, remaja, usia produktif hingga lanjut usia.
Ketua Tim Penilai Lomba Posyandu Kabupaten Mimika, Alice Wanma, mengatakan tim penilai melibatkan unsur Tim Penggerak PKK, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan Adat, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.
Menurut Alice, perubahan pelayanan dari sistem lima meja menuju sistem lima langkah menuntut peningkatan kemampuan dan pemahaman para kader.
“Sekarang pelayanan Posyandu mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, anak, remaja, usia produktif sampai lansia,” kata Alice.
Ia mengatakan, kader-kader Posyandu di Mimika telah mendapatkan pembinaan melalui Dinas Kesehatan dan puskesmas, termasuk pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dasar.
Karena itu, kader diharapkan mampu mengikuti transformasi Posyandu yang kini memiliki cakupan pelayanan lebih luas.
Tak hanya bidang kesehatan, Posyandu ke depan juga diarahkan menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah.
Dengan pola tersebut, kader dapat menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah ketika menemukan persoalan yang membutuhkan penanganan lintas sektor.
Alice mencontohkan, ketika kader menemukan warga yang mengalami stroke dan membutuhkan kursi roda, kebutuhan itu dapat diteruskan kepada perangkat daerah terkait agar mendapatkan penanganan maupun bantuan.
Alice menegaskan posisi kader sangat penting karena menjadi salah satu unsur pelayanan yang paling dekat dengan masyarakat hingga tingkat kampung.
Karena itu, keterbatasan pendidikan maupun kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi kader untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Keberadaan Posyandu, menurutnya, harus terus dipertahankan bukan hanya ketika mengikuti perlombaan, tetapi sebagai pelayanan dasar yang benar-benar dirasakan masyarakat setiap saat.
Sementara itu, Kepala Kampung Limau Asri Timur, Adi Prasetyo, mengatakan pihaknya bersyukur Posyandu Anggrek kembali dipercaya mengikuti lomba tingkat Kabupaten Mimika.
Limau Asri Timur dipercaya mewakili tujuh kampung dalam kompetisi tersebut. Menurut Adi, keikutsertaan dalam lomba memberikan motivasi tambahan bagi para kader untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Juara atau tidak itu urusan nanti. Yang penting kami sudah menunjukkan kegiatan nyata di lapangan bahwa pelayanan kepada masyarakat melalui Posyandu berjalan dengan sangat baik,” ujar Adi.
Posyandu Anggrek bukan pertama kali mengikuti perlombaan. Pada tahun sebelumnya, Posyandu Anggrek berhasil meraih predikat Harapan I.
Pengalaman tersebut menjadi modal sekaligus motivasi bagi kader untuk tampil lebih baik dalam perlombaan tahun ini.
Adi berharap Posyandu Anggrek dapat memperoleh hasil terbaik. Namun, menurut dia, pencapaian terpenting tetap terletak pada peningkatan kualitas pelayanan dan kemampuan kader dalam melayani masyarakat.
Setelah menyelesaikan penilaian terhadap 10 peserta, tim juri akan merekap seluruh nilai sebelum menentukan Posyandu terbaik tingkat Kabupaten Mimika 2026.
Alice berharap semangat pelayanan yang diperlihatkan selama perlombaan tidak berhenti setelah penilaian selesai. Konsistensi kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dinilai jauh lebih penting dibandingkan sekadar memperoleh piala dan predikat juara. (**)








































Discussion about this post