TIMIKA, jurnalpapua.id
SMP Negeri 6 Timika diminta tidak menjadikan kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta Aksi Bergizi sebatas kegiatan seremonial, tetapi menerapkannya secara berkelanjutan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.
Kepala SMP Negeri 6 Timika, Alosius Wali, mengatakan edukasi yang diberikan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika bersama Puskesmas harus ditindaklanjuti oleh sekolah agar pengetahuan yang diterima benar-benar menjadi kebiasaan para siswa.
“Harapan kami setelah kegiatan ini jangan berhenti begitu saja, tetapi harus ditanamkan, diimplementasikan dan dilaksanakan dalam kehidupan,” kata Alosius saat kegiatan Germas, PHBS dan Aksi Bergizi di SMP Negeri 6 Timika, Jumat (25/9/2026).
Menurut Alosius, penerapan PHBS tidak hanya berkaitan dengan kebersihan diri, tetapi juga kebersihan lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.
Ia menilai sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat karena siswa menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pendidikan.
“Bagaimana cara menjaga hidup sehat itu bukan hanya menjaga kebersihan diri kita, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan sekolah atau lingkungan di mana kita tinggal bersama masyarakat,” ujarnya.
Alosius mengapresiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika yang memilih SMP Negeri 6 Timika sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus membentuk pola hidup sehat di kalangan siswa.
“Menurut kami hidup sehat itu agak susah kami laksanakan, khususnya anak-anak. Dengan kegiatan ini mudah-mudahan memberikan ilmu pengetahuan bagaimana cara hidup sehat itu sendiri,” katanya.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Sekolah Bersih, Siswa Sehat, Prestasi Meningkat” serta Aksi Bergizi bertajuk “Remaja Sehat Bebas Anemia.”
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Nelly Pangaribuan, mengatakan kegiatan tersebut mencakup dua agenda utama, yakni penerapan perilaku hidup bersih dan sehat serta Aksi Bergizi bagi siswa.
Dalam pelaksanaannya, para siswa juga mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi risiko anemia, khususnya pada remaja putri.
Remaja putri selanjutnya mendapatkan tablet tambah darah sebagai salah satu langkah pencegahan anemia sejak dini.
Selain memberikan edukasi dan pemeriksaan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menyerahkan poster PHBS dan Aksi Bergizi kepada pihak SMP Negeri 6 Timika untuk digunakan sebagai media edukasi di lingkungan sekolah.
Sementara itu, staf Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Susanti Juliana Wenno, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi siswa untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.
Menurutnya, kebersihan harus dimulai dari diri sendiri, kemudian diterapkan di lingkungan keluarga, sekolah hingga tempat bermain.
“Kalau kita sehat, kita bisa bersekolah dengan baik dan bekerja dengan baik. Tetapi kalau kita tidak sehat, kita sakit-sakit dan tidak akan masuk sekolah,” kata Susanti.
Ia mengatakan siswa menghabiskan waktu sekitar enam hingga tujuh jam setiap hari di sekolah. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sekolah harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, SMP Negeri 6 Timika diharapkan dapat menjadikan PHBS, kebersihan lingkungan serta perhatian terhadap kesehatan dan gizi remaja sebagai bagian dari kebiasaan dan aktivitas rutin sekolah. (**)










































Discussion about this post