TIMIKA, jurnalpapua.id
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencatat 63.856 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga pekan ke-35 tahun 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 61.758 kasus.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, mengatakan ISPA masih menjadi salah satu penyakit yang banyak ditangani di wilayah Mimika.
Menurutnya, kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai, terutama saat musim kemarau ketika debu meningkat dan kondisi udara dipenuhi asap.
“Keluhan pernapasan bisa lebih mudah muncul ketika udara banyak mengandung debu dan asap. Masyarakat yang sebelumnya memiliki gangguan seperti asma juga perlu lebih waspada karena kondisinya dapat menjadi lebih berat,” kata Kamaludin saat diwawancarai, Senin (28/9/2026).
Dinkes Mimika mengimbau masyarakat meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak ada keperluan mendesak, khususnya ketika kondisi udara sedang dipenuhi asap.
Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, Kamaludin menyarankan penggunaan masker sebagai perlindungan dari paparan debu dan asap.
Ia juga mengingatkan masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya.
Dengan jumlah kasus yang telah mencapai 63.856 hingga pekan ke-35, Dinkes Mimika terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap faktor lingkungan yang dapat memperburuk gangguan saluran pernapasan.(**)









































Discussion about this post