MAKASSAR, jurnalpapua.id
Pelari master asal Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Opa Udhin, berhasil meraih juara II kategori Master usia 45 tahun ke atas dalam ajang PIP Makassar Run 10,5K yang berlangsung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (11/10/2026).
Opa Udhin berhasil naik podium di tengah persaingan sekitar 1.500 peserta, termasuk pelari nasional dan internasional. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya sekaligus dipersembahkan untuk Provinsi Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire.
Capaian ini menambah daftar prestasi Opa Udhin di berbagai ajang lari. Sebelumnya, ia pernah meraih juara I Indo Marines Sorong, juara II Timika Half Marathon, serta menorehkan prestasi dalam Bhayangkara Run dan sejumlah ajang lari di Nabire.
Ia juga telah dua kali mengikuti Makassar Half Marathon. Kecintaannya terhadap olahraga lari bahkan membawanya tetap aktif berlari saat berada di Tanah Suci, termasuk menyelesaikan lari half marathon sejauh 21 kilometer secara mandiri di Madinah dan berlari di sejumlah kawasan Kota Makkah.
Disiplin Latihan dan Menjaga Kebugaran
Di balik prestasinya pada kategori Master, Opa Udhin menerapkan kedisiplinan dalam menjaga kebugaran tubuh. Di tengah kesibukan sehari-hari, ia tetap meluangkan waktu untuk berlatih secara konsisten.
Program latihannya tidak hanya mencakup lari, tetapi juga latihan kekuatan tubuh atau strength training serta berenang. Ia turut memperhatikan pola makan bergizi untuk membantu menjaga kondisi fisik dan daya tahan tubuh.
Selain menjaga kebugaran, Opa Udhin juga berusaha menyeimbangkan aktivitas olahraga dengan kehidupan spiritual melalui ibadah puasa sunah Senin dan Kamis.
Baginya, konsistensi berlatih, menjaga kesehatan, serta mendekatkan diri kepada Tuhan merupakan bagian penting dalam menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk ketika mempersiapkan diri menghadapi kompetisi lari.
Jadi Motivator bagi Pelari Nabire
Di Kabupaten Nabire, Opa Udhin dikenal aktif berlatih di kawasan Bandara Lama Nabire. Tempat tersebut menjadi salah satu lokasi rutinnya mengasah kemampuan dan menjaga konsistensi latihan.
Tidak hanya mengejar prestasi pribadi, ia juga dikenal memberikan motivasi dan berbagi pengalaman kepada komunitas pelari di Nabire maupun daerah lain di Papua Tengah.
Melalui akun Instagram pribadinya, Opa Udhin kerap membagikan aktivitas lari, tips latihan, serta pesan-pesan positif untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif berolahraga dan menjaga kesehatan.
Harap Pemerintah Rutin Gelar Event Lari
Setelah meraih podium di Makassar, Opa Udhin berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama pemerintah kabupaten dan penyelenggara olahraga dapat lebih rutin menggelar kompetisi lari.
Menurut dia, kategori Master usia 45 tahun ke atas perlu menjadi bagian tetap dalam setiap penyelenggaraan lomba lari. Dengan demikian, para pelari senior tetap memiliki ruang untuk berkompetisi, menunjukkan kemampuan, dan mengukir prestasi.
Ia juga menilai Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah perlu lebih aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga, termasuk lomba lari, seperti yang rutin digelar di sejumlah kota lain.
“Nabire sebagai ibu kota Papua Tengah harus rajin membuat event lari. Jangan kalah dengan kota lain di Papua. Dengan adanya event seperti ini, bakat-bakat luar biasa anak-anak Papua dan para pelari Master memiliki wadah resmi untuk disalurkan,” ujar Opa Udhin.
Ia berharap tersedianya kompetisi secara rutin dapat mendorong pertumbuhan komunitas lari, melahirkan atlet berprestasi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga.
Pesan untuk Runners Papua Tengah
Opa Udhin juga menyampaikan pesan kepada seluruh komunitas pelari, khususnya di Papua Tengah, agar terus menjaga semangat dan kedisiplinan dalam berlatih.
“Latihan terus, jangan malas! Kejar terus Personal Best (PB)-mu. Ingat, ketika berdiri di garis start, mentalitas kita hanya satu: kita datang untuk menang!” pesannya.
Namun, ia mengingatkan bahwa semangat berolahraga harus tetap berjalan seiring dengan kehidupan spiritual.
“Jangan lupa ibadah harus rajin. Jangan lari jauh, tetapi ibadahnya ditinggalkan,” tambahnya.
Prestasi Opa Udhin di PIP Makassar Run 2026 menjadi bukti bahwa usia bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Melalui latihan yang konsisten, pola hidup sehat, dan semangat pantang menyerah, ia berharap dapat terus menginspirasi masyarakat Nabire dan Papua Tengah untuk aktif berolahraga.
Bagi Opa Udhin, kemenangan bukan hanya tentang berdiri di podium, tetapi juga tentang menjaga kesehatan, membangun mentalitas positif, serta mengajak lebih banyak orang untuk menjalani hidup sehat.
Pesannya untuk masyarakat Nabire dan Papua Tengah sederhana: “Ko harus sehat!”



















































Discussion about this post