PUNCAK, jurnalpapua.id
Kepala Suku Besar Dani Kabupaten Puncak, Abelom Kogoya, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun kebun. Ia mengingatkan, kebakaran tidak hanya merusak lingkungan dan sumber pangan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran distribusi bahan makanan dan logistik melalui jalur udara.
Imbauan tersebut disampaikan Abelom Kogoya saat menggelar kegiatan makan bersama keluarga dan para pendukungnya di Kabupaten Puncak, Jumat (30/10/2026).
Menurut Abelom, kebakaran hutan dan kebun dapat menimbulkan dampak serius bagi kehidupan masyarakat. Tanaman sayur-sayuran yang menjadi salah satu sumber kebutuhan pangan warga terancam rusak apabila api meluas ke area perkebunan.
Selain merusak lahan pertanian, asap kebakaran juga berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan, khususnya pesawat yang mengangkut bahan makanan dan kebutuhan pokok menuju Kabupaten Puncak.
“Saya mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak melakukan pembakaran kebun maupun hutan. Api dapat dengan cepat menyebar dan merugikan kita semua. Tanaman sayur-sayuran bisa hangus terbakar, sementara asap kebakaran juga dapat menghambat penerbangan yang membawa bahan makanan ke Kabupaten Puncak,” ujar Abelom.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menghindari aktivitas pembakaran yang berisiko memicu kebakaran.
Selain persoalan lingkungan, Abelom juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Puncak. Menurutnya, situasi yang aman dan kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat serta keberlangsungan pembangunan daerah.
Ia berharap masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan pemerintah demi meningkatkan kesejahteraan bersama.
Abelom menegaskan, menjaga lingkungan, melindungi sumber pangan, serta menciptakan keamanan wilayah merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat Kabupaten Puncak.(**)
























































Discussion about this post