TIMIKA – jurnalpapua.id
Anggota DPRK Mimika dari Fraksi Eme Neme Yauware, Rameani Rachman, meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan di seluruh SPBU menyusul kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.650 per liter.
Menurut Rampeani, kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong masyarakat beralih ke Pertalite sehingga meningkatkan konsumsi BBM bersubsidi.
Karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) diminta melakukan pengawasan rutin guna mencegah penimbunan dan penyalahgunaan distribusi BBM.
“Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk menimbun BBM dan merugikan masyarakat,” ungkap Rampeani kepada wartawan di Kantor DPRK Mimika, Kamis, (11/6/2026).
Ia juga meminta Disperindag menggandeng aparat keamanan untuk memperkuat pengawasan di lapangan. Selain itu, Pertamina diminta memastikan pasokan BBM di Mimika tetap aman agar tidak terjadi kelangkaan.
Rampeani berharap Bupati Mimika memberikan instruksi khusus kepada Disperindag untuk meningkatkan pengawasan di setiap SPBU guna menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM bagi masyarakat. (**)






































Discussion about this post