TIMIKA – jurnalpapua.id
Kepolisian Resor Mimika mengerahkan 400 personel gabungan untuk mengamankan proses perdamaian dua kelompok masyarakat yang selama ini terlibat konflik sosial di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Pengamanan diawali dengan apel gabungan yang dipimpin Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, di halaman Polsek Kwamki Narama, Senin, 22 Juni 2026. Apel tersebut melibatkan personel Polres Mimika dan Satbrimob B Pelopor Polda Papua Tengah.
Kapolres mengatakan proses perdamaian kedua kubu dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026. Untuk memastikan situasi tetap aman menjelang agenda tersebut, ratusan personel diterjunkan melakukan patroli dan pendekatan kepada masyarakat.
“Hari ini kita melaksanakan apel gabungan dengan kekuatan 400 personel dari Satbrimob B Pelopor dan Polres Mimika,” kata Billyandha.
Personel dibagi ke dalam dua kelompok yang bertugas melakukan patroli di wilayah kubu Dang dan Newegalen. Selain menjaga keamanan, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas agar masyarakat tidak terprovokasi dan menahan diri dari tindakan yang dapat memicu bentrokan.
Menurut Billyandha, pendekatan yang dilakukan aparat lebih mengedepankan cara-cara persuasif dan humanis. Polisi juga meminta seluruh pihak tidak membawa alat perang ataupun melakukan aksi saling serang menjelang proses perdamaian.
“Jangan ada yang membawa alat perang. Kita kedepankan langkah persuasif agar situasi tetap aman,” ujarnya.
Kapolres secara khusus meminta para Waimum atau kepala perang dari masing-masing kubu berperan aktif mengendalikan anggotanya. Dukungan para tokoh dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan kesepakatan damai dapat terlaksana tanpa gangguan.
Ia menegaskan bahwa kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Mimika terus berupaya mendorong penyelesaian konflik melalui jalur mediasi. Meski masih terdapat perbedaan pandangan di antara kedua kelompok, komunikasi intensif terus dilakukan guna mencapai kesepahaman.
“Kalau langkah persuasif tidak berhasil, maka penegakan hukum menjadi pilihan terakhir. Namun yang kita utamakan saat ini adalah perdamaian,” katanya.
Polres Mimika berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mendukung proses mediasi yang sedang berjalan sehingga konflik yang telah berlangsung cukup lama di Kwamki Narama dapat segera berakhir.
“Kita akan terus mencari solusi terbaik agar kedua kubu bisa berdamai dan masyarakat kembali hidup dengan aman,” ujar Billyandha.(**)





















































Discussion about this post