TIMIKA – jurnalpapua.id
Anggota DPRK Mimika dari Partai Demokrat, Ancelina Beanal, menggelar Reses Tahap II Tahun 2026 bersama masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Distrik Tembagapura, Distrik Hoeya, dan Distrik Jila. Kegiatan berlangsung di halaman kediamannya di kompleks belakang Keuskupan Timika, Rabu (15/7/2026).
Reses tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan yang dinilai mendesak, mulai dari dukungan peresmian gereja, pembangunan sejumlah jembatan penghubung antarkampung, hingga percepatan operasional lapangan terbang di Kampung Baluni.
Menanggapi aspirasi pertama terkait proposal peresmian Gereja Jemaat Kanaan Kingmi Kampung Baluni, Ancelina memastikan akan segera berkoordinasi dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika agar prosesnya dapat segera ditindaklanjuti.
“Proposal peresmian gereja saya terima dan akan saya pastikan ke Bagian Kesra untuk ditindaklanjuti. Saya juga akan berbicara langsung dengan panitia pembangunan gereja,” ujarnya.
Selain itu, pembangunan Jembatan Tolani menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan masyarakat. Ancelina menegaskan dirinya akan terus memperjuangkan proyek tersebut agar dapat direalisasikan melalui jalur pemerintah, baik melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, dana desa, maupun sumber pendanaan lainnya.
“Jembatan Tolani tetap saya perjuangkan. Semoga pada bulan Desember nanti pembangunannya sudah selesai sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat. Saya juga akan menyampaikan hal ini dalam rapat Badan Anggaran karena informasinya sudah ada alokasi anggarannya,” katanya.
Masyarakat juga meminta perhatian terhadap kondisi Jembatan Omponi yang selama ini menjadi akses utama warga. Menurut Ancelina, jembatan tersebut sudah tua, mengalami kemiringan, dan perlu segera dibangun kembali demi keselamatan pengguna.
Ia juga menerima usulan pembangunan jembatan penghubung antarkampung lainnya, seperti Jembatan Kopagom di Kampung Baluni dan Jembatan Bini di Kampung Anggogin, guna memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman.
“Kalau ada pokok-pokok pikiran (pokir) dewan yang bisa masuk untuk pembangunan jembatan, tentu kita terima. Infrastruktur seperti ini sangat penting untuk membuka akses masyarakat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, warga juga kembali menyampaikan aspirasi terkait pengembangan sektor transportasi udara, khususnya operasional lapangan terbang di Kampung Baluni.
Ancelina mengatakan aspirasi mengenai bandara sebelumnya telah disampaikan kepada anggota DPRK lainnya, namun ia memastikan akan ikut mengawal proses tersebut.
Ia menilai status Lapangan Terbang Anggogin perlu segera diserahkan dari PT Freeport Indonesia kepada pemerintah agar pengelolaannya dapat berjalan optimal dan segera diresmikan untuk melayani kebutuhan masyarakat.
“Status lapangan terbang harus segera diserahkan dari Freeport kepada pemerintah supaya operasionalnya berjalan lancar dan bisa segera diresmikan,” tegasnya.
Di akhir reses, Ancelina mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung setiap program pembangunan yang masuk ke wilayah mereka tanpa membedakan siapa yang memperjuangkannya.
“Kalau ada yang datang membawa pekerjaan pembangunan, kita harus menerimanya karena manfaatnya untuk kita semua. Siapa pun yang memperjuangkan aspirasi masyarakat dan akhirnya diakomodasi, itu tetap harus kita dukung demi kemajuan kampung dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(**)







































Discussion about this post