TIMIKA – jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten Mimika memperkuat upaya pelestarian musik tradisional Amungme dan Kamoro dengan melibatkan generasi muda melalui program pelatihan yang diikuti 100 peserta dari 20 sanggar seni.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Mimika Elisabeth Cenawatin mengatakan, pelestarian musik tradisional menjadi tanggung jawab pemerintah daerah di tengah semakin kuatnya pengaruh budaya modern.
“Musik tradisional merupakan identitas budaya yang harus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Karena itu, generasi muda perlu dibina agar tetap mengenal dan mampu memainkannya,” kata Elisabeth, Jumat (17/7/2026).
Pelatihan melibatkan masing-masing 50 peserta dari suku Amungme dan Kamoro. Menurut Elisabeth, kegiatan ini dirancang sebagai program berkelanjutan, bukan hanya pelatihan sesaat.
Peserta akan didorong menciptakan lagu-lagu baru berbasis musik tradisional. Pemerintah daerah juga akan mengadakan lomba antarsanggar untuk memberikan ruang apresiasi sekaligus memacu kreativitas para peserta.
Kelompok terbaik selanjutnya akan mendapat pembinaan hingga proses rekaman sehingga karya mereka dapat dipublikasikan lebih luas.
Selain itu, Pemkab Mimika berencana menggandeng institusi pendidikan musik di Jayapura untuk mendukung pengembangan kurikulum dan pendampingan dalam program pelestarian musik tradisional.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap musik tradisional Amungme dan Kamoro tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang mengikuti dinamika zaman tanpa kehilangan nilai-nilai aslinya.(**)






































Discussion about this post