TIMIKA – jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten Mimika mulai mematangkan pemetaan wilayah prioritas untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penetapan wilayah berstatus tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) disebut harus didasarkan pada kajian yang komprehensif agar pelaksanaan program tepat sasaran.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program MBG Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan penentuan status 3T tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena akan memengaruhi pelaksanaan program di daerah.
“Kategori tertinggal, terdepan, dan terluar harus dipahami dengan baik. Jangan sampai terjadi kesalahan dalam menentukan wilayah sasaran karena akan berpengaruh terhadap pelaksanaan program ke depan,” kata Emanuel, Kamis, 16 Juli 2026.
Menurut dia, salah satu indikator yang menjadi pertimbangan dalam pemetaan ialah kondisi perekonomian masyarakat di masing-masing wilayah. Kawasan yang telah berkembang secara ekonomi dinilai tidak lagi menjadi prioritas, sedangkan daerah dengan keterbatasan ekonomi dapat diusulkan sebagai wilayah sasaran.
“Wilayah yang ekonominya sudah berkembang tentu berbeda dengan daerah yang masih memiliki keterbatasan. Karena itu, kondisi riil di lapangan harus menjadi dasar dalam menentukan wilayah prioritas,” ujarnya.
Pendamping Kepala Regional Papua Tengah, Suherman Bondar, mengatakan hingga kini belum ada penetapan resmi wilayah 3T di Kabupaten Mimika yang berkaitan dengan pelaksanaan Program MBG.
Meski demikian, pemerintah daerah dapat mengusulkan wilayah yang dinilai memenuhi kriteria. Usulan tersebut harus didukung hasil penelusuran dan kajian sebelum disampaikan kepada pemerintah pusat untuk diverifikasi.
“Daerah dapat mengajukan usulan apabila memang terdapat wilayah yang dianggap memenuhi kriteria. Selanjutnya, usulan itu akan diverifikasi dan diputuskan oleh pemerintah pusat apakah layak ditetapkan sebagai wilayah 3T atau tidak,” kata Suherman.
Ia berharap pemetaan yang dilakukan secara akurat dapat memastikan Program Makan Bergizi Gratis menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses layanan dan kondisi sosial ekonomi.(**)






































Discussion about this post