TIMIKA – jurnalpapua.id
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mimika terus menunjukkan tren positif. Hingga awal triwulan ketiga tahun 2026, penerimaan PAD telah mencapai sekitar Rp195 miliar atau 47,66 persen dari target sebesar Rp409 miliar.
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) optimistis target tersebut dapat dicapai lebih cepat, bahkan berpeluang melampaui target sebelum tahun anggaran berakhir.
Sekretaris Bapenda Mimika, Hendrikus Setitit saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Jumat (9/7/2026) mengatakan perkembangan penerimaan daerah hingga memasuki triwulan ketiga berjalan sesuai harapan. Menurutnya, peningkatan kepatuhan wajib pajak menjelang jatuh tempo pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) menjadi salah satu faktor utama yang akan mendongkrak penerimaan daerah.
“Hingga saat ini realisasi PAD sudah mencapai sekitar Rp195 miliar. Kami optimistis pada Agustus nanti target PAD sebesar Rp409 miliar dapat tercapai, bahkan berpotensi melampaui target yang telah ditetapkan,” kata Hendrikus saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2026).
Selain PAD, realisasi pendapatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika juga terus meningkat. Dari total target pendapatan daerah sebesar Rp5,6 triliun, hingga saat ini telah terealisasi sekitar Rp2,679 triliun.
Hendrikus menjelaskan, sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) masih menjadi kontributor terbesar terhadap PAD. Dari target penerimaan sebesar Rp85 miliar, realisasi yang berhasil dihimpun telah mencapai lebih dari Rp52 miliar.
Menurutnya, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian besar wajib pajak melakukan pelunasan menjelang batas akhir pembayaran pada Agustus. Tren tersebut diyakini akan kembali terjadi pada tahun ini sehingga mampu meningkatkan penerimaan daerah secara signifikan.
“Biasanya menjelang jatuh tempo pembayaran PBB pada Agustus, tingkat kepatuhan masyarakat meningkat. Karena itu kami yakin realisasi penerimaan akan terus bertambah hingga target dapat tercapai bahkan terlampaui,” ujarnya.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Bapenda Mimika terus mengintensifkan berbagai upaya optimalisasi penerimaan daerah, mulai dari meningkatkan edukasi kepada masyarakat, memperkuat pengawasan terhadap objek pajak, hingga mendorong pelaku usaha memenuhi kewajiban perpajakan secara tepat waktu.
Optimalisasi PAD, kata Hendrikus, menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah sehingga pemerintah memiliki ruang yang lebih besar untuk membiayai pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta mendukung berbagai program prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat Kabupaten Mimika.(**)






































Discussion about this post