TIMIKA, jurnalpapua.id
Anggota DPRK Mimika dari jalur khusus, Fredewina Matirani, SH, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Mimika atas dimulainya pembangunan Jembatan Gantung Mioko yang ditandai dengan peletakan batu pertama.
Fredewina menilai pembangunan jembatan tersebut merupakan jawaban nyata pemerintah terhadap aspirasi masyarakat Mioko yang selama ini membutuhkan akses transportasi lebih mudah dan aman.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika yang telah menindaklanjuti kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Menurut Fredewina, kehadiran Jembatan Gantung Mioko nantinya akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama warga dari lima kampung yang selama ini menghadapi keterbatasan akses ketika hendak bepergian menuju Timika.
“Sebagai anggota DPRK Mimika jalur khusus, saya memberikan apresiasi kepada Bapak Bupati dan Dinas PUPR karena sudah menjawab keluhan dan aspirasi masyarakat Mioko terkait kebutuhan jembatan gantung,” kata Fredewina.
Ia mengatakan, apabila pembangunan jembatan tersebut telah selesai dan dapat digunakan, mobilitas masyarakat dari lima kampung akan semakin mudah.
Selama ini, kata dia, sebagian masyarakat harus menempuh perjalanan melalui Pelabuhan Pomako apabila hendak menuju Timika. Kondisi tersebut membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih panjang dan membutuhkan waktu serta biaya tambahan.
“Dengan adanya jembatan ini, masyarakat dari lima kampung nantinya akan lebih mudah kalau mau ke Timika. Mereka tidak perlu lagi harus susah-susah melalui Pelabuhan Pomako,” ujarnya.
Fredewina berharap pembangunan infrastruktur penghubung seperti jembatan gantung tidak berhenti di Mioko.
Menurutnya, kebutuhan akses transportasi yang memadai juga dirasakan masyarakat yang bermukim di kampung-kampung wilayah pesisir barat maupun pesisir timur Kabupaten Mimika.
Karena itu, ia berharap Pemkab Mimika dapat menjadikan pembangunan Jembatan Gantung Mioko sebagai awal dari pemerataan pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir.
“Kami berharap pembangunan jembatan gantung seperti ini bisa dilanjutkan ke kampung-kampung lain, baik di pesisir barat maupun pesisir timur, karena masyarakat di sana juga membutuhkan akses yang lebih mudah,” katanya.
Fredewina menilai pembangunan akses penghubung antarkampung tidak hanya membantu mobilitas warga, tetapi juga dapat membuka keterisolasian wilayah, memperlancar pelayanan pemerintahan, pendidikan dan kesehatan, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap pembangunan Jembatan Gantung Mioko dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pesisir perlu terus mendapatkan perhatian agar pemerataan pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke kampung-kampung.
“Yang paling penting adalah masyarakat bisa merasakan langsung manfaat pembangunan. Dengan akses yang semakin baik, tentu aktivitas masyarakat juga akan semakin mudah,” pungkasnya.(**)









































Discussion about this post