TIMIKA, jurnalpapua.id
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika memperkuat pendataan sekaligus mengevaluasi pelayanan kesehatan bagi lanjut usia (lansia) di seluruh wilayah kerja puskesmas. Langkah tersebut dilakukan untuk mengejar target cakupan pelayanan lansia sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yang ditetapkan mencapai 100 persen.
Upaya itu dilakukan melalui pertemuan validasi data lansia berbasis aplikasi E-Kohort yang digelar Bidang Kesehatan Keluarga Dinkes Mimika di salah satu hotel di Timika, Senin (7/9/2026).
Pertemuan melibatkan pengelola program lansia dari puskesmas se-Kabupaten Mimika. Data yang dilaporkan masing-masing fasilitas kesehatan dicocokkan dengan data yang telah diinput dalam sistem untuk memastikan jumlah sasaran maupun pelayanan yang diberikan tercatat secara akurat.
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinkes Mimika, Nelly Pangaribuan, mengatakan validasi diperlukan karena akurasi data sangat menentukan gambaran riil capaian pelayanan lansia di Mimika.
“Data ini penting untuk melihat apakah data yang dilaporkan benar-benar sesuai dengan yang sudah diinput dalam aplikasi. Kita akan mencari kendala sekaligus solusi agar cakupan pelayanan lansia dapat meningkat,” ujar Nelly.
Menurutnya, hasil validasi tidak berhenti pada pembenahan administrasi. Dinkes ingin mengetahui faktor yang menyebabkan cakupan pelayanan lansia masih rendah di sejumlah wilayah, kemudian merumuskan langkah intervensi yang dapat dilakukan masing-masing puskesmas.
Hal ini menjadi penting karena pelayanan kesehatan usia lanjut merupakan satu dari 12 jenis pelayanan dasar SPM kesehatan yang menjadi kewajiban pemerintah kabupaten/kota. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2024 juga mengarahkan standar teknis pemenuhan mutu setiap pelayanan SPM kesehatan untuk mencapai 100 persen setiap tahun.
Dengan demikian, data lansia bukan hanya berfungsi sebagai angka pelaporan, tetapi menjadi dasar untuk mengetahui siapa yang sudah memperoleh pelayanan, siapa yang belum terjangkau, serta wilayah mana yang membutuhkan penguatan pelayanan.
Data Akurat Jadi Dasar Intervensi
Nelly menargetkan seluruh puskesmas dapat memanfaatkan pertemuan tersebut untuk memperbaiki sekaligus melengkapi data sasaran lansia di wilayah masing-masing.
Data yang valid diharapkan memudahkan petugas menyusun strategi pelayanan, termasuk menentukan sasaran yang perlu dijangkau melalui pelayanan di fasilitas kesehatan maupun kegiatan pelayanan berbasis masyarakat.
Dalam standar teknis SPM, pemerintah juga perlu mengevaluasi berbagai penyebab apabila cakupan pelayanan lansia belum mencapai 100 persen. Faktor tersebut dapat mencakup akses ke fasilitas kesehatan, pelayanan yang belum tercatat atau terlaporkan, keterbatasan sumber daya hingga dinamika perpindahan penduduk.
Penguatan pencatatan digital melalui E-Kohort juga sejalan dengan transformasi pelayanan kesehatan primer. Kementerian Kesehatan sebelumnya menjelaskan bahwa dalam penerapan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer, hasil pemeriksaan dapat diinput melalui E-Kohort sehingga data pelayanan dari tingkat puskesmas dan jejaringnya dapat terdokumentasi dalam sistem.
Selain memvalidasi data, pertemuan tersebut menjadi ruang evaluasi bagi pengelola program lansia di setiap puskesmas untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan, memperkuat koordinasi, serta menyusun rencana tindak lanjut.
Nelly menekankan seluruh peserta harus membawa hasil pertemuan tersebut kembali ke tempat tugas masing-masing dan menerjemahkannya menjadi kerja nyata.
“Jangan hanya datang, duduk, lalu pulang. Kita harus membawa hasil, komitmen, dan tanggung jawab untuk memperbaiki program lansia di puskesmas,” tegasnya.
Dinkes Mimika berharap pembenahan data berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan. Dengan basis data yang semakin akurat, puskesmas diharapkan lebih mudah memetakan lansia yang belum mendapatkan pelayanan sehingga kesenjangan cakupan dapat ditekan dan target pelayanan 100 persen secara bertahap dapat diwujudkan.
Pertemuan validasi data lansia tersebut dibuka Nelly Pangaribuan mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dan diikuti perwakilan puskesmas se-Kabupaten Mimika. (**)







































Discussion about this post