PANIAI, jurnalpapua.id
Kebakaran hebat melanda kawasan Kompas Lama, Kampung Bapouda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin (7/9/2026) dini hari. Tragedi tersebut menghanguskan sekitar 40 unit rumah, satu kendaraan roda empat, dan merenggut 11 korban jiwa, enam di antaranya anak-anak.
Berdasarkan perkembangan terbaru dari Polres Paniai, kerugian materiil sementara akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp1,5 miliar. Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber dan penyebab kebakaran.
Kapolres Paniai AKBP Roycke H. F. Betaubun mengatakan kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 00.25 WIT. Personel piket fungsi Polres Paniai yang dipimpin Pawas IPDA John Sroyer langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Selain mengamankan lokasi, aparat bersama masyarakat berupaya memadamkan kobaran api yang dengan cepat merambat karena bangunan rumah dan kios di kawasan tersebut berdiri saling berdekatan.
Satu unit Rantis Water Canon dan kendaraan operasional kepolisian dikerahkan untuk membantu pemadaman. Setelah berjibaku selama sekitar tiga jam, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIT.
Petugas kemudian melakukan penyisiran terhadap bangunan-bangunan yang terbakar. Sekitar pukul 04.10 WIT, ditemukan 11 korban meninggal dunia akibat luka bakar di salah satu rumah yang terdampak.
Seluruh jenazah selanjutnya dievakuasi personel Polres Paniai ke RSUD Paniai untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Proses pemeriksaan medis dilaporkan dipimpin Direktur RSUD Paniai, dr. Martha.
Enam Korban Masih Anak-anak
Data terbaru menyebutkan korban meninggal terdiri atas lima orang dewasa dan enam anak-anak.
Lima korban dewasa masing-masing Najamuddin (70), Wandi (36), Hasyim (30), Rizka Falma (28), dan Herlina (30). Rizka Falma merupakan istri Hasyim, sementara Herlina merupakan istri Wandi dan dilaporkan tengah hamil delapan bulan.
Sementara enam korban anak-anak adalah Aska (9), Abie (6), Adit (5), Arsi (9), Icha (6), dan Al Yusuf (2). Berdasarkan data tersebut, Aska, Abie dan Adit merupakan anak Wandi, sedangkan Arsi, Icha dan Al Yusuf merupakan anak Hasyim.
Informasi awal yang dihimpun media lokal juga menyebut para korban memiliki hubungan keluarga dan berasal dari Jeneponto, Sulawesi Selatan. Namun, informasi mengenai asal para korban tersebut belum menjadi bagian dari keterangan resmi kepolisian yang dikutip sejumlah media nasional.
Polisi Olah TKP, Penyebab Kebakaran Belum Dipastikan
Hingga Senin siang, polisi belum menyimpulkan penyebab kebakaran. Satreskrim Polres Paniai masih melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Kapolres meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kebakaran sebelum hasil penyelidikan kepolisian diperoleh.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi oleh spekulasi yang belum dipastikan kebenarannya,” kata Roycke.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan sumber api yang beredar di masyarakat belum dapat dijadikan kesimpulan. Kepolisian masih mendalami titik awal munculnya api dan rangkaian kejadian yang menyebabkan kebakaran meluas.
Pemkab Paniai Diajak Tangani Warga Terdampak
Selain penyelidikan, Polres Paniai meningkatkan patroli cipta kondisi di sekitar lokasi untuk menjaga situasi tetap aman pascakebakaran.
Kepolisian juga mulai berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Paniai untuk penanganan tanggap darurat terhadap warga yang rumah maupun tempat usahanya terdampak.
Data sementara mencatat sekitar 40 rumah warga dan satu kendaraan roda empat hangus. Nilai kerugian materiil untuk sementara diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar, dan angka tersebut masih dapat berubah seiring pendataan lanjutan.
Kebakaran di Paniai Timur ini menjadi salah satu peristiwa kebakaran dengan korban jiwa terbesar di Papua Tengah dalam waktu terakhir. Enam dari 11 korban merupakan anak-anak, sementara penyebab pasti munculnya api masih menjadi fokus penyelidikan kepolisian. (**)










































Discussion about this post