TIMIKA, jurnalpapua.id
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi dan kampanye bahaya merokok bagi pelajar SMA YPPK Tiga Raja, Timika, Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 100 siswa, terutama remaja putra serta sejumlah remaja putri.
Sosialisasi dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pelajar terhadap dampak buruk rokok bagi kesehatan sekaligus mencegah remaja mencoba dan menjadi perokok sejak usia sekolah.
Kepala SMA YPPK Tiga Raja Yohanes Indriastata Pramana mengatakan, meskipun sebagian besar pelajar telah mengetahui bahaya merokok, rasa ingin tahu dan keinginan mencoba pada usia remaja masih cukup tinggi.
“Anak-anak sekalian pasti sudah tahu bahaya merokok itu seperti apa, tetapi rasa ingin tahu dan mau mencoba itu jauh lebih tinggi daripada bahayanya,” ujarnya.
Karena itu, menurutnya, edukasi mengenai bahaya merokok perlu terus diberikan kepada para pelajar agar mereka memahami konsekuensi yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan maupun masa depan pendidikan.
Ia mengingatkan rokok dapat berdampak buruk terhadap kesehatan fisik, terutama paru-paru. Gangguan kesehatan akibat kebiasaan merokok juga berpotensi menghambat aktivitas dan pendidikan pelajar.
“Jangan sampai pendidikanmu putus di tengah jalan karena mengalami sakit atau penyakit akibat rokok. Rokok di satu sisi dilihat sebagai sebuah budaya, tetapi di sisi lain merusak paru-paru dan merusak fisik,” katanya.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti materi yang disampaikan dengan serius agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti sebatas sosialisasi, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ikuti materi dan sosialisasi yang diberikan pemateri dengan sungguh-sungguh. Tujuannya supaya bisa paham dan mengerti, kemudian melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Carolina Heatubun, mengatakan masa remaja merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan seseorang.
Karena itu, Dinkes Mimika mendorong para pelajar untuk membangun pola hidup sehat sejak dini, termasuk menjauhi rokok dan rutin melakukan aktivitas fisik.
Ia berharap kampanye tersebut dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk menjaga kesehatan sehingga mampu menjalani proses pendidikan secara optimal dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik.(**)





































Discussion about this post