TIMIKA, jurnalpapua.id
Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Mimika, Papua Tengah dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian Anggota DPRK Mimika dari Kelompok Khusus, Fredewina Matirani, SH.
Fredewina yang merupakan perwakilan masyarakat Kamoro di DPRK Mimika meminta Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengambil langkah untuk melindungi masyarakat dari paparan kabut asap, salah satunya dengan membagikan masker secara gratis.
Menurutnya, pembagian masker perlu menyasar masyarakat yang setiap hari beraktivitas di ruang terbuka dan memiliki risiko lebih besar menghirup asap dalam waktu lama.
Perhatian khusus, kata Fredewina, harus diberikan kepada mama-mama pedagang yang setiap hari berjualan di pinggir jalan. Mereka merupakan kelompok yang cukup rentan karena sejak pagi hingga sore berada di ruang terbuka dan terus terpapar udara yang bercampur kabut asap.
Karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika bersama instansi terkait turun langsung ke sejumlah ruas jalan, pasar maupun lokasi tempat mama-mama berjualan untuk membagikan masker.
“Masker terutama harus dibagikan kepada mama-mama yang setiap hari berjualan di pinggir jalan. Mereka berada di luar berjam-jam untuk mencari nafkah sehingga sangat rentan terpapar kabut asap. Pemerintah harus hadir melindungi kesehatan mereka,” ujar Fredewina.
Selain mama-mama pedagang, pembagian masker juga diharapkan menjangkau anak-anak sekolah, pengemudi ojek, petugas lapangan, lansia serta masyarakat lainnya yang harus melakukan aktivitas di luar rumah.
Fredewina menilai pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan imbauan agar masyarakat menggunakan masker. Pemerintah perlu mengambil langkah konkret dengan memastikan masker tersedia dan dapat diperoleh secara gratis oleh masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga mendorong fasilitas kesehatan, sekolah, kantor distrik, kelurahan dan kampung dapat dijadikan titik pembagian masker sehingga distribusinya menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Selain pembagian masker, Dinas Kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai dampak paparan kabut asap terhadap kesehatan, terutama gangguan saluran pernapasan, serta memberikan informasi mengenai langkah yang harus dilakukan masyarakat apabila mengalami keluhan kesehatan.
Kabut asap yang menyelimuti Timika dalam beberapa hari terakhir diketahui terbawa hingga wilayah Mimika akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Papua Selatan. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di Timika menurun dan turut memengaruhi aktivitas masyarakat maupun penerbangan.
Fredewina berharap pemerintah daerah bergerak cepat sebelum paparan asap berdampak lebih luas terhadap kesehatan masyarakat.
“Jangan menunggu masyarakat sakit baru kita bergerak. Terutama mama-mama yang setiap hari duduk berjualan di pinggir jalan, mereka harus mendapat perhatian karena setiap hari menghirup udara di luar dalam waktu yang cukup lama,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat dan menggunakan masker apabila harus keluar rumah.(**)










































Discussion about this post