TIMIKA, jurnalpapua.id
Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Mimika, Dessy Putrika, mengapresiasi pengembangan lahan pertanian yang dilakukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 820/Daro Ainoko Arpa Ikimamonouku (Yonif TP 820/DAAI) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Mimika.
Apresiasi itu disampaikan Dessy saat menghadiri panen raya padi di lahan ketahanan pangan Yonif TP 820/DAAI, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Selasa (6/10/2026).
Menurut Dessy, panen raya tersebut membuktikan bahwa lahan produktif yang dikelola secara serius dengan dukungan kerja keras dan pendampingan dapat menghasilkan komoditas pangan sekaligus menjadi contoh yang dapat diterapkan masyarakat.
“Panen raya ini menunjukkan bahwa dengan kemauan, kerja keras dan pendampingan, lahan yang tersedia dapat dikembangkan menjadi sumber pangan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Dessy.
Ia mendorong agar program pertanian yang dikembangkan Yonif TP 820/DAAI tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat sekitar untuk terlibat secara langsung.
Menurutnya, masyarakat dapat dilibatkan mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan hingga proses produksi. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan pertanian yang dapat diterapkan secara mandiri.
“Kami berharap masyarakat bisa dilibatkan mulai dari menyiapkan lahan sampai proses produksi. Dengan begitu, masyarakat bisa belajar secara langsung dan apa yang dilakukan di sini dapat menjadi edukasi yang nantinya diterapkan di lahan mereka masing-masing,” ujarnya.
Dessy menilai, pola tersebut dapat memperluas dampak program ketahanan pangan karena pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh masyarakat dapat dikembangkan di lingkungan masing-masing.
Ia juga mendorong adanya dukungan lintas sektor untuk pengembangan pertanian di Mimika, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, teknologi pertanian, pengolahan hasil hingga akses pasar.
“Petani tidak cukup hanya didorong untuk menghasilkan. Kita juga harus memikirkan bagaimana hasil pertanian dapat terserap pasar, memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani,” katanya.
Dessy menegaskan, HKTI Mimika siap menjadi mitra pemerintah, TNI, kelompok tani maupun pelaku usaha dalam memperkuat sektor pertanian dan memperluas kolaborasi di bidang ketahanan pangan.
Ia berharap kegiatan panen raya tersebut menjadi bagian dari program berkelanjutan yang mampu memperluas pemanfaatan lahan produktif sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat.
Lebih lanjut, Dessy menilai sistem pertanian terpadu yang diterapkan di lingkungan Yonif TP 820/DAAI juga berpotensi dikembangkan sebagai pusat edukasi pertanian bagi masyarakat, termasuk pelajar dan kalangan akademisi.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk datang dan belajar mengenai pengelolaan pertanian di kawasan tersebut.
“Jadi bukan hanya rekreasi, tetapi juga bisa menjadi edukasi,” pungkasnya. (**)










































Discussion about this post