TIMIKA, jurnalpapua.id
Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Mimika yang mencapai sekitar 32 persen mulai menjadi perhatian pemerintah daerah. Bupati Mimika Johannes Rettob mengingatkan, peningkatan kendaraan yang tidak diantisipasi sejak dini berpotensi memicu persoalan kemacetan di Kota Timika pada masa mendatang.
Rettob mengatakan, kondisi tersebut harus dibaca pemerintah melalui data sehingga langkah antisipasi dapat disiapkan sebelum kepadatan lalu lintas menjadi persoalan serius.
Hal itu disampaikan Rettob saat memberikan arahan dalam pembukaan Sosialisasi Sistem Integrasi Data di Hotel Ballroom Hotel Horison Diana, Timika, Senin (24/8/2026).
Menurut Rettob, pertumbuhan kendaraan sekitar 32 persen merupakan angka yang perlu menjadi perhatian. Jika tren peningkatan terus berlangsung setiap tahun, pemerintah harus mampu memprediksi kondisi lalu lintas Timika dalam lima hingga 10 tahun ke depan.
“Jangan sampai kita sudah macet di jalan. Mumpung belum, kita sudah bisa mengambil keputusan dan prediksi untuk 10 tahun ke depan, apa yang harus kita lakukan,” kata Rettob.
Ia menegaskan, data statistik tidak boleh hanya dikumpulkan dan disimpan sebagai angka, tetapi harus digunakan sebagai dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
Data pertumbuhan kendaraan, misalnya, dapat digunakan untuk menghitung kebutuhan infrastruktur transportasi, kapasitas jalan serta pola pergerakan masyarakat seiring berkembangnya kawasan perkotaan.
Dengan pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat, kata Rettob, pemerintah perlu mulai memikirkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penataan lalu lintas hingga pembangunan jalan-jalan alternatif.
Menurutnya, kebijakan tersebut harus disiapkan berdasarkan data sehingga pemerintah tidak menunggu kemacetan terjadi baru mengambil tindakan.
Selain jumlah kendaraan, Rettob menilai data pergerakan orang juga penting untuk mendukung perencanaan transportasi. Dinas Perhubungan, misalnya, harus mengetahui secara pasti jumlah penumpang yang masuk dan keluar Timika melalui jalur udara maupun laut.
“Kalau jumlahnya banyak, ternyata tempatnya kecil, maka kita harus tambah pembangunan. Itu fungsinya data,” ujarnya.
Karena itu, Rettob meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menguasai statistik sektoral masing-masing dan memperkuat koordinasi dengan instansi maupun operator terkait.
Seluruh data tersebut selanjutnya perlu diintegrasikan agar pemerintah dapat membaca perkembangan Mimika secara menyeluruh, mulai dari pertumbuhan penduduk, peningkatan kendaraan, kebutuhan transportasi hingga perkembangan kawasan perkotaan.
“Data ini penting untuk kita mengambil keputusan,” tegas Rettob. (**)







































Discussion about this post