PUNCAK, jurnalpapua.id
Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, di tengah kondisi kemarau yang semakin kering.
Kepulan asap tebal terlihat menyelimuti sejumlah kawasan. Kondisi kebakaran juga terekam dalam video yang beredar di media sosial, memperlihatkan api membakar vegetasi dan lahan kering di wilayah tersebut.
Berdasarkan data pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Douw Aturure Nabire hingga Minggu (23/8/2026), sebanyak 90 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kabupaten Puncak.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari 733 titik panas yang terdeteksi di seluruh wilayah Papua Tengah, sehingga kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan perlu ditingkatkan.
Kondisi kemarau yang semakin dominan menyebabkan vegetasi dan lahan menjadi kering sehingga lebih mudah terbakar. Api juga berpotensi menyebar dengan cepat apabila tidak segera ditangani.
BMKG sebelumnya telah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama membakar sampah maupun membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Warga juga diimbau segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Meningkatnya jumlah titik panas yang dibarengi munculnya kebakaran di sejumlah lokasi membuat pemantauan dan penanganan di Kabupaten Puncak menjadi penting.”
Langkah cepat diperlukan untuk mencegah api meluas, terutama ke kawasan permukiman warga, fasilitas umum maupun wilayah lainnya.
Masyarakat juga diharapkan bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau dengan menghindari penggunaan api secara terbuka yang berpotensi memicu kebakaran. (**)







































Discussion about this post