TIMIKA, jurnalpapua.id
Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas dan kering yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, hingga gangguan kesehatan.
Rampeani meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering. Api yang awalnya kecil dikhawatirkan cepat meluas ketika mengenai rumput, semak, maupun lahan kering.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan menghadapi ancaman El Nino dan musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko kebakaran serta menurunkan ketersediaan air.
Selain mencegah kebakaran, masyarakat juga diminta menggunakan air secara bijak untuk menjaga ketersediaannya selama periode cuaca kering.
Rampeani menilai pencegahan perlu dilakukan sejak dini dengan melibatkan seluruh masyarakat. Tidak membakar lahan sembarangan menjadi salah satu langkah sederhana, tetapi penting untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kabut asap.
Kabut asap akibat kebakaran lahan juga berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama pada sistem pernapasan.
Salah satu gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Karena itu, Rampeani meminta tenaga medis dan fasilitas pelayanan kesehatan di Mimika meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus gangguan pernapasan apabila terjadi kabut asap.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker ketika kualitas udara menurun atau berada di kawasan yang terdampak asap, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan.
Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu perlu mendapat perhatian lebih apabila terjadi paparan asap dalam waktu lama.
Upaya pencegahan kebakaran, menurut Rampeani, tidak hanya berkaitan dengan perlindungan lingkungan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat secara luas.
Karena itu, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan menjadi penting agar potensi karhutla tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan maupun bencana yang lebih besar.
Rampeani mengajak seluruh elemen masyarakat Mimika bersama-sama mencegah karhutla, menjaga kesehatan, serta melindungi lingkungan untuk generasi mendatang.
Langkah sederhana seperti tidak membakar lahan, menghemat penggunaan air, menggunakan masker ketika terjadi kabut asap, dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan kesehatan dinilai dapat membantu mengurangi dampak musim kering.
“Jaga lingkungan, jaga masa depan.” (**)








































Discussion about this post