TIMIKA, jurnalpapua.id
Aksi kekerasan kembali merenggut nyawa di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Seorang pria bernama Eliu Hagabal (EH) meninggal dunia setelah diduga diserang sekelompok orang menggunakan senjata tajam di Jalan Freeport Lama, Distrik Mimika Baru, Selasa (1/9/2026).
Korban sebelumnya dievakuasi dalam kondisi mengalami luka serius ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika. Setelah menjalani penanganan medis selama beberapa jam, nyawanya tidak tertolong.
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, membenarkan korban meninggal dunia sekitar pukul 17.30 WIT.
“Korban aniaya di Jalan Freeport lama meninggal dunia pukul 17.30 WIT di RSUD Mimika,” kata Yusak.
Dikejar dari arah Kwamki Narama
Peristiwa berdarah tersebut bermula sekitar pukul 12.20 hingga 12.25 WIT.
Saat itu, Eliu bersama seorang perempuan bernama Yolince Waker (YW) berboncengan menggunakan sepeda motor dari Jalur 3, Kampung Olaroa, Distrik Kwamki Narama menuju Kota Timika.
Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh kepolisian, ketika melintas di kawasan sebelum Bundaran CP 28, Yolince melihat sebuah mobil Toyota Avanza berwarna hitam bergerak dari belakang dan diduga mengikuti mereka.
Yolince sempat meminta Eliu yang mengendarai sepeda motor untuk memutar balik karena merasa kendaraan tersebut mengejar mereka. Namun, keduanya tetap melanjutkan perjalanan menuju Timika.
Pengejaran disebut berlanjut hingga kawasan Bundaran Bandara Lama. Mobil tersebut beberapa kali memepet sepeda motor yang digunakan kedua korban.
Di kawasan Jalan Freeport Lama, dekat Bandara Mozes Kilangin, kendaraan tersebut kemudian diduga menyenggol atau menghadang sepeda motor korban.
Eliu dan Yolince berusaha menyelamatkan diri. Namun, sejumlah orang dari dalam kendaraan mengejar mereka.
Menurut keterangan saksi yang disampaikan kepada polisi, tiga orang turun dari mobil dengan membawa senjata tajam dan kemudian menyerang Eliu.
Alami luka bacok dan tusuk
Serangan tersebut mengakibatkan Eliu mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu M Amir Rado, berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi menyebut korban mengalami luka bacok pada pelipis kiri, kaki kiri dan bahu belakang sebelah kiri.
Korban juga mengalami luka tusuk pada bagian perut sebelah kanan serta luka sayatan pada paha kanan.
Sementara YW dilaporkan mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kaki.
Setelah melakukan penyerangan, kelompok pelaku meninggalkan lokasi.
Personel kepolisian yang menerima laporan kemudian mendatangi tempat kejadian perkara. Korban dievakuasi menggunakan kendaraan patroli menuju RSUD Mimika.
Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan saksi dan bukti untuk mengidentifikasi kendaraan maupun orang-orang yang diduga terlibat.
Polisi buru pelaku
Satreskrim Polres Mimika bersama jajaran Polsek Mimika Baru kini melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku.
Polisi juga masih mendalami motif penyerangan tersebut.
Kepolisian belum menyimpulkan apakah penyerangan terhadap Eliu berkaitan dengan konflik kelompok yang sebelumnya terjadi di Distrik Kwamki Narama.
Kapolres Mimika menegaskan dugaan keterkaitan dengan konflik tersebut masih harus dibuktikan melalui penyelidikan.
“Terkait perang di Kwamki Narama masih didalami,” ujar Kapolres sebagaimana dikutip dalam perkembangan penanganan kasus tersebut.
Karena itu, polisi meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai latar belakang penyerangan sebelum proses penyelidikan selesai.
Keluarga diminta tidak membalas
Meninggalnya Eliu menambah keprihatinan terhadap situasi keamanan di Mimika dalam beberapa waktu terakhir.
Kapolres Mimika menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus meminta keluarga maupun masyarakat menahan diri dan tidak melakukan tindakan balasan berdasarkan asumsi mengenai siapa pelakunya.
Polisi meminta seluruh proses penanganan kasus dipercayakan kepada aparat penegak hukum.
“Saya selaku Kapolres ikut berbela sungkawa, namun saya minta kepada pihak keluarga yang menjadi korban untuk tidak melakukan tindakan sendiri berdasarkan asumsi pribadi,” katanya.
Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah munculnya aksi kekerasan lanjutan yang dapat memperburuk situasi keamanan di Mimika.
Rentetan kekerasan di Mimika
Peristiwa di Jalan Freeport Lama terjadi hanya dua hari setelah dua pelajar SMK Negeri 1 Kuala Kencana, Tardius Kogoya dan Nomison Genongga, ditemukan meninggal dunia dengan luka pada bagian leher di sebuah bengkel di wilayah SP 3, Minggu (30/8/2026).
Sebelumnya, pada 19 Agustus 2026, seorang pria juga ditemukan meninggal dunia dalam kondisi bersimbah darah di depan Perumahan Pondok Amor, Jalan Cenderawasih SP 3, Kampung Karang Senang, Distrik Kuala Kencana.
Hingga kini polisi belum menyatakan bahwa ketiga peristiwa tersebut saling berkaitan. Masing-masing kasus masih dalam proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motifnya.
Untuk kasus Eliu Hagabal, fokus penyidik saat ini adalah mengidentifikasi dan menangkap para pelaku yang berada di dalam kendaraan berwarna hitam serta mengungkap motif di balik pengejaran hingga penyerangan menggunakan senjata tajam tersebut.









































Discussion about this post