TIMIKA, jurnalpapua.id
Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Mimika menghadiri Ibadah Syukur Tutup Pelayanan Gereja Lama KINGMI Jemaat Sinai SP II, Klasis Timika Utara, Sabtu (5/9/2026).
Kehadiran kepolisian dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan dengan masyarakat dan tokoh agama, sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah SP II, Kwamki Lama dan sekitarnya.
Personel Sat Binmas Polres Mimika dipimpin langsung Kasat Binmas Polres Mimika, AKP Budiman Sianturi. Ibadah berlangsung di Gereja Lama KINGMI Jemaat Sinai SP II Timika sekitar pukul 13.40 hingga 15.30 WIT dan dihadiri jemaat serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Budiman memberikan apresiasi terhadap semangat kebersamaan masyarakat Kampung Hangaitji, khususnya warga Suku Damal dari delapan marga, yang mampu membangun gereja baru secara swadaya.
“Kami mengapresiasi tinggi semangat kebersamaan masyarakat Kampung Hangaitji, khususnya warga Suku Damal dari delapan marga, yang secara swadaya mampu membangun gereja baru,” kata Budiman.
Menurutnya, semangat gotong royong tersebut menunjukkan kuatnya persatuan masyarakat dalam membangun kehidupan keagamaan sekaligus menjaga kebersamaan di tengah lingkungan sosial.
Ajak Gereja Jadi Mitra Menjaga Kamtibmas
Selain menghadiri ibadah, Sat Binmas Polres Mimika memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak para tokoh agama dan jemaat berperan aktif menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Budiman menilai peran gereja dan tokoh agama sangat penting karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Pesan-pesan perdamaian yang disampaikan melalui lingkungan keagamaan dinilai dapat membantu mencegah munculnya persoalan sosial maupun konflik di tengah masyarakat.
“Kami juga mengajak para tokoh agama dan seluruh jemaat untuk terus bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah SP II, Kwamki Lama, dan sekitarnya agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Kehadiran Sat Binmas dalam kegiatan keagamaan tersebut sekaligus memperkuat pendekatan dialogis Polres Mimika dengan masyarakat. Kepolisian berharap komunikasi antara aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat dan warga terus terpelihara sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan cara-cara damai.
Momentum penutupan pelayanan di gereja lama juga menjadi bagian penting perjalanan Jemaat KINGMI Sinai SP II setelah masyarakat secara bersama-sama membangun gereja baru.
Polres Mimika berharap semangat swadaya dan kebersamaan yang telah ditunjukkan masyarakat tidak hanya diwujudkan dalam pembangunan rumah ibadah, tetapi juga menjadi kekuatan bersama dalam menjaga persatuan serta menciptakan Mimika yang aman dan damai.(**)








































Discussion about this post