TIMIKA, jurnalpapua.id
Suasana duka menyelimuti ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Senin (7/9/2026). Rapat Paripurna Istimewa yang biasanya menjadi ruang pengambilan keputusan politik, kali ini menjadi tempat penghormatan terakhir bagi Wakil Ketua II DPRK Mimika, Karel Gwijangge, S.IP, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan karena sakit.
Peti jenazah tiba di ruang paripurna sekitar pukul 14.26 WIT dan ditandu personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Keluarga, pimpinan dan anggota DPRK, jajaran Pemerintah Kabupaten Mimika hingga unsur Forkopimda hadir memberikan penghormatan terakhir kepada legislator senior tersebut.
Rapat Paripurna Istimewa dipimpin Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau, didampingi Wakil Ketua III Ester Tsenawatme. Hadir pula Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, pimpinan organisasi perangkat daerah, unsur Forkopimda, kader PDI Perjuangan serta keluarga dan kerabat almarhum.
Paripurna tersebut bukan sekadar prosesi pelepasan jenazah, tetapi menjadi penghormatan institusional terhadap perjalanan panjang Karel Gwijangge dalam lembaga legislatif dan dinamika pembangunan Kabupaten Mimika.
Primus mengatakan, kepergian Karel merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga bagi lembaga DPRK dan masyarakat Mimika.
“Paripurna istimewa ini menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada sahabat, rekan kerja, sekaligus pimpinan kami.”
Menurut Primus, Karel dikenal sebagai pribadi rendah hati, tulus melayani dan konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat. Bahkan ketika kondisi kesehatannya menurun, semangat untuk menjalankan amanah sebagai wakil rakyat tetap ditunjukkan.
Dalam prosesi tersebut, DPRK Mimika menyerahkan jasa dan pengabdian almarhum kepada Ibu Pertiwi sebagai bentuk penghormatan atas karya yang telah diberikan selama menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dan daerah.
Jejak Politik Sejak 2002
Karel Gwijangge lahir di Nduga pada 8 Mei 1970. Perjalanan politiknya di Mimika tercatat berlangsung panjang. Ia menjadi anggota DPRD Mimika pada 2002–2004, kemudian kembali menjadi anggota legislatif periode 2004–2009 dan menjabat Ketua Fraksi Buruh.
Ia kembali dipercaya sebagai wakil rakyat periode 2009–2014. Pada periode 2014–2019, Karel menjabat Ketua Badan Legislasi DPRD Mimika melalui PDI Perjuangan. Setelah itu, pada periode 2024–2029 ia kembali memperoleh mandat rakyat dan dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua II DPRK Mimika dari Daerah Pemilihan IV.
Jejak panjang tersebut menjadikan Karel salah satu figur yang melewati berbagai fase perkembangan pemerintahan dan politik lokal Mimika. Di luar tugas legislatif, ia juga dikenal terlibat dalam upaya menjembatani penyelesaian berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Bupati: Mimika Kehilangan Putra Terbaik
Bupati Mimika Johannes Rettob mengenang Karel sebagai politisi yang kritis, tetapi tetap konstruktif dan santun ketika menyampaikan perbedaan pandangan.
Menurut Johannes, komunikasi antara eksekutif dan legislatif membutuhkan figur yang mampu menyampaikan kritik tanpa menghilangkan penghormatan terhadap pihak lain. Karakter tersebut, kata dia, melekat pada diri Karel.
“Hari ini kita kehilangan seorang putra terbaik Mimika. Beliau telah memberikan pikiran, tenaga, waktu, dan pengabdiannya bagi masyarakat serta pembangunan daerah,” kata Johannes.
Bupati mengaku telah lama mengenal Karel dan berkali-kali berdiskusi dengannya mengenai pembangunan Mimika. Dalam pandangannya, Karel mampu bersikap kritis terhadap kebijakan, namun gagasan dan kritik yang disampaikan tetap diarahkan untuk mencari jalan keluar.
Johannes juga menilai gaya komunikasi Karel dapat menjadi teladan dalam kehidupan demokrasi daerah: berbeda pandangan tanpa kehilangan penghormatan, serta menempatkan dialog sebagai jalan menyelesaikan persoalan.
Agenda APBD Perubahan Ditunda
Kepergian Karel turut membuat DPRK Mimika menyesuaikan agenda kelembagaan. Pembahasan APBD Perubahan Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2026 yang sebelumnya direncanakan berlangsung pada 7–12 September 2026 ditunda hingga seluruh rangkaian penghormatan dan pemakaman selesai.
Penundaan tersebut memperlihatkan besarnya penghormatan lembaga kepada almarhum, mengingat pembahasan APBD Perubahan merupakan salah satu agenda strategis DPRK bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Karel Gwijangge mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC), Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026) pukul 01.45 WIB atau 03.45 WIT, setelah menjalani perjuangan panjang melawan penyakit.
Kepergiannya menyisakan ruang kosong dalam kepemimpinan DPRK Mimika. Namun lebih dari jabatan politik yang ditinggalkan, perjalanan Karel sejak awal 2000-an menyimpan catatan tentang seorang wakil rakyat yang melalui berbagai periode politik Mimika dan memilih pendekatan dialog dalam menghadapi perbedaan.
Paripurna istimewa itu akhirnya menjadi sidang terakhir untuk Karel Gwijangge—bukan untuk membahas kebijakan atau mengetukkan palu keputusan, melainkan mengantarkan seorang legislator yang telah menghabiskan sebagian besar perjalanan hidup politiknya bersama masyarakat Mimika.(**)









































Discussion about this post