TIMIKA, jurnalpapua.id
Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Mimika melakukan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Suku Kyura masyarakat Kamoro, Timotius Samin, di Kampung Limau Asri, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Jumat (25/9/2026).
Kunjungan dipimpin Kasat Binmas Polres Mimika AKP Budiman Sianturi didampingi Brigpol Nixon Mehue, S.H. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi dan kemitraan dengan tokoh adat serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sejumlah tokoh masyarakat turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Damianus Samin, Kristianus Waniu, Isak Siyan, Herman Asiam dan Yanuarus Wanini.
AKP Budiman Sianturi mengatakan, kunjungan kepada tokoh adat menjadi salah satu langkah Sat Binmas untuk memperkuat pendekatan preemtif dan preventif sekaligus menyerap informasi maupun aspirasi masyarakat.
“Kehadiran Polri di tengah masyarakat dan tokoh-tokoh bertujuan membangun sinergi dan kemitraan, mengajak bersama-sama menjaga kamtibmas, menyerap informasi dan aspirasi serta memberikan motivasi dan pesan-pesan kamtibmas,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Timotius Samin menyampaikan sejumlah informasi mengenai kondisi kamtibmas sekaligus adat dan budaya masyarakat Kamoro di wilayah Iwaka hingga Kyura.
Timotius yang dikenal sebagai salah satu tokoh adat Kamoro juga menceritakan perjalanan panjangnya dalam memperkenalkan kebudayaan Kamoro, baik di dalam negeri maupun di berbagai kegiatan di luar negeri.
Ia mengatakan berbagai upaya dilakukan untuk menjaga agar seni, adat istiadat dan hasil karya masyarakat Kamoro tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Tokoh masyarakat Damianus Samin menambahkan, perjuangan menjaga dan mengembangkan kebudayaan Kamoro terus dilanjutkan oleh masyarakat. Salah satunya melalui pembentukan badan hukum untuk mendukung pemasaran hasil karya masyarakat hingga ke luar daerah maupun luar negeri.
Menurut Damianus, pihaknya juga merancang festival dan pameran budaya Kamoro yang dapat digelar secara rutin setiap tahun sebagai salah satu langkah menjaga keberlangsungan budaya Kamoro.
Masyarakat juga mulai membangun kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika untuk mendorong penertiban penggunaan motif-motif Kamoro pada berbagai produk.
Langkah tersebut dinilai penting karena penggunaan motif Kamoro kini semakin luas, termasuk pada produk berbahan baja ringan, damar maupun material lainnya yang dinilai tidak seluruhnya sesuai dengan nilai adat dan budaya Kamoro.
“Kami ingin masyarakat Kamoro dapat terus mengembangkan hasil karyanya dan menjadi tuan di atas negeri sendiri. Dengan begitu kesejahteraan masyarakat bisa meningkat dan keamanan serta kenyamanan tetap terjaga,” ujarnya.
AKP Budiman mengapresiasi berbagai informasi dan aspirasi yang disampaikan para tokoh adat dan masyarakat. Menurutnya, pemahaman terhadap adat dan budaya lokal juga menjadi bagian penting bagi personel kepolisian dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Pertemuan tersebut ditutup dengan penyerahan tali asih berupa paket sembako kepada keluarga Kepala Suku Kyura sebagai bentuk silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat.(**)










































Discussion about this post