TIMIKA, jurnalpapua.id
Anggota DPRK Mimika, Fredewina Matirani, SH, menyoroti belum beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Meski memiliki bangunan yang megah dan representatif, koperasi tersebut dinilai belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena belum menjalankan aktivitas usaha.
Fredewina mengatakan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, agar bangunan koperasi yang telah tersedia dapat segera difungsikan.
“Bangunannya mantap dan megah, tetapi sangat disayangkan tidak ada apa-apanya. Hanya bangunan kosong. Saya minta OPD terkait memberikan perhatian, bagaimana supaya koperasi ini bisa berjalan dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Distrik Mimika Tengah,” ujarnya.
Ia mengaku prihatin apabila bangunan yang telah dibangun dengan baik justru dibiarkan tanpa aktivitas. Jika tidak segera dimanfaatkan, dikhawatirkan bangunan tersebut akan mengalami kerusakan karena tidak terawat.
Hal senada juga disampaikan beberapa warga Atuka. Menurut informasi yang diterima Fredewina, bangunan KDMP Atuka memang terlihat megah, tetapi belum dilengkapi aktivitas maupun pengelolaan usaha yang berjalan.
“Bangunannya megah, tetapi sayang tidak ada isinya. Kami takut nanti rusak dimakan rayap karena tidak dipergunakan,” ungkapnya.
Fredewina menambahkan, selama beberapa hari berada di Atuka, pihaknya tidak melihat koperasi tersebut beroperasi atau membuka pelayanan kepada masyarakat.
Kehadirannya di Kampung Atuka bersama sejumlah pihak dalam rangka menghadiri acara peringatan 40 hari meninggalnya ibu dari Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau.
Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menugaskan dua tenaga pendamping untuk mendukung operasional KDMP Kampung Atuka.
Kedua tenaga pendamping tersebut adalah Mateus Lessu dan Yudi I. Mangende. Keduanya ditugaskan untuk melakukan pendampingan sekaligus membantu pengelolaan operasional koperasi.
Dinas Koperasi dan UMKM Mimika juga menjelaskan bahwa pola pendampingan khusus tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah pesisir seperti Atuka yang memiliki tantangan berbeda dibandingkan wilayah perkotaan maupun pegunungan.
Perbedaan pandangan mengenai kondisi operasional KDMP Atuka ini menjadi perhatian agar perlu dilakukan pengecekan dan evaluasi langsung di lapangan.
Pemerintah daerah melalui OPD teknis diharapkan memastikan keberadaan tenaga pendamping, kesiapan pengelolaan, ketersediaan barang, serta aktivitas pelayanan koperasi sehingga bangunan yang telah dibangun tidak sekadar menjadi fasilitas fisik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Dengan demikian, program Koperasi Desa Merah Putih di Kampung Atuka diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Distrik Mimika Tengah.(**)


























































Discussion about this post