TIMIKA, jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial menyalurkan 124 paket bantuan permakanan kepada masyarakat Orang Asli Papua (OAP) di Kampung Fakafuku dan Kampung Mafasimamo, Distrik Agimuga, Minggu (25/10/2026).
Bantuan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga di wilayah pedalaman yang menghadapi keterbatasan akses transportasi dan kondisi geografis.
Masing-masing kampung menerima 62 paket bantuan. Penyerahan dipimpin Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Hasan Kemong, bersama Kepala Distrik Agimuga, Arianus Katagame, dan diterima perwakilan pemerintah kampung dengan disaksikan masyarakat setempat.
Hasan Kemong mengatakan, penyaluran bantuan permakanan merupakan bentuk pemanfaatan Dana Otsus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua, terutama kelompok masyarakat yang membutuhkan di wilayah pegunungan dan pedalaman.
“Bantuan ini bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 melalui Dana Otonomi Khusus yang dikelola Dinas Sosial Kabupaten Mimika. Kami ingin memastikan anggaran ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, baik yang berada di wilayah pegunungan maupun pedalaman,” jelas Hasan.
Setiap paket bantuan berisi kebutuhan pokok rumah tangga berupa beras, gula, minyak goreng, susu Dancow dan telur.
Khusus Distrik Agimuga, Pemkab Mimika telah mengalokasikan lebih dari 500 paket bantuan permakanan untuk masyarakat di delapan kampung. Program tersebut merupakan bagian dari pelayanan sosial pemerintah daerah yang menjangkau 18 distrik di Kabupaten Mimika.
Kepala Distrik Agimuga, Arianus Katagame, mengatakan bantuan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, terutama karena wilayahnya telah mengalami musim kemarau selama enam hingga tujuh bulan terakhir.
Menurutnya, kondisi kekeringan menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, aktivitas pengolahan sagu yang menjadi salah satu sumber pangan utama masyarakat turut terganggu.
Kekeringan juga berdampak terhadap lahan pertanian dan pertumbuhan tanaman pangan milik warga. Akibatnya, masyarakat menghadapi keterbatasan sumber pangan.
Arianus menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Mimika, khususnya Dinas Sosial, karena bantuan kebutuhan pokok tersebut dinilai dapat meringankan beban masyarakat di tengah kondisi alam yang sulit.
Di sisi lain, persoalan akses transportasi masih menjadi kendala utama dalam pelayanan dan distribusi logistik ke kampung-kampung di Distrik Agimuga.
Dari delapan kampung yang ada, bantuan kali ini diserahkan langsung kepada masyarakat Fakafuku dan Mafasimamo. Sementara enam kampung lainnya akan menerima bantuan melalui kepala kampung masing-masing dengan mekanisme pengambilan di Timika.
Arianus menjelaskan, distribusi bantuan menuju wilayah Kiliarma menghadapi sejumlah hambatan. Kondisi sungai yang mengering, kabut tebal di kawasan perairan, serta tumpukan kayu di sepanjang aliran sungai menyulitkan perjalanan menggunakan transportasi air.
Karena itu, ia berharap Pemkab Mimika memberikan perhatian serius terhadap pembenahan infrastruktur transportasi di Distrik Agimuga.
Salah satu usulan yang disampaikan adalah pembukaan dan penataan kembali jalur sungai yang selama ini menjadi akses utama masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan dapat membangun pelabuhan di Kampung Mafasimamo atau Kampung Fakafuku untuk mempermudah distribusi barang dan kebutuhan pokok.
“Kami berharap Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh pejabat terkait dapat memberikan perhatian terhadap pembukaan akses sungai. Kami juga mengusulkan pembangunan pelabuhan di Mafasimamo atau Fakafuku agar distribusi bahan kebutuhan masyarakat bisa lebih mudah dan efektif,” ungkap Arianus.
Ia berharap usulan tersebut dapat ditindaklanjuti pemerintah daerah sehingga keterisolasian wilayah dan kendala distribusi logistik yang selama ini dialami masyarakat dapat diatasi.
Penyaluran bantuan permakanan ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pemerataan pelayanan sosial dan pembangunan hingga ke kampung-kampung terpencil di Kabupaten Mimika.(**)
























































Discussion about this post