TIMIKA, jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp2,5 juta kepada 100 kepala keluarga (KK) penjual pinang. Program melalui Dinas Sosial ini bertujuan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Penyaluran bantuan tersebut disosialisasikan melalui kegiatan Pengembangan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Daerah melalui Bantuan Modal bagi Penjual Pinang yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (4/11/2026).
Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Yohana Paliling, saat membuka kegiatan mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat kecil yang menggantungkan penghasilan keluarga dari usaha berjualan pinang.
Menurut Yohana, usaha kecil memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, bantuan modal diharapkan dapat dimanfaatkan secara produktif untuk mengembangkan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Ia menegaskan, bantuan tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai pemberian sesaat, melainkan menjadi modal awal untuk membangun usaha yang berkelanjutan.
“Keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga kemauan bekerja keras, ketekunan, serta kemampuan mengelola keuangan,” ujarnya.
Yohana juga meminta Dinas Sosial memastikan program pemberdayaan masyarakat berjalan tepat sasaran, transparan, serta disertai pendampingan dan pemantauan terhadap penerima bantuan.
Selain bantuan modal, ia mendorong masyarakat mulai mengembangkan budidaya tanaman pinang di lingkungan tempat tinggal sebagai salah satu sumber pendapatan jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Hasan Kemong, menjelaskan bantuan sebesar Rp2,5 juta diberikan kepada masing-masing 100 KK menggunakan anggaran pemerintah daerah dan bukan bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Hasan berharap bantuan tersebut digunakan untuk mendukung keberlangsungan usaha, memenuhi kebutuhan rumah tangga, serta menyisihkan sebagian keuntungan untuk menambah modal agar usaha terus berkembang.
“Jangan melihat besar kecilnya nilai bantuan. Yang perlu dilihat adalah kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Pemerintah tidak ada artinya tanpa masyarakat. Karena itu, kami hadir untuk membantu masyarakat yang sedang menjalankan usaha,” kata Hasan.
Ia berharap program pemberdayaan ekonomi tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat Mimika memperoleh kesempatan mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.(**)






















































Discussion about this post