TIMIKA, jurnalpapua.id
Kabar baik bagi masyarakat Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Dua bandara yang melayani wilayah tersebut, yakni Bandara Jila dan Bandara Noema, mulai difungsikan kembali pada Kamis (5/11/2026).
Kembali beroperasinya kedua bandara ini diharapkan membuka akses transportasi udara bagi masyarakat sekaligus mengaktifkan kembali pelayanan pemerintahan, kesehatan, pendidikan, dan berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan di Distrik Jila.
Kepala Distrik Jila, Enos Lokobal, kepada jurnalpapua.id mengatakan, penerbangan dilayani oleh maskapai PT Bunga Persada. Sementara pelayanan penjualan tiket bersubsidi direncanakan mulai berjalan pada pekan depan.
Menurut Enos, kelancaran penerbangan menjadi perhatian bersama. Untuk itu, unsur gereja, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, pemerintah distrik, Koramil, dan Polsek Jila telah sepakat bekerja sama menjaga keamanan di kedua bandara.
Enos menjelaskan, dirinya juga menyiapkan perangkat komunikasi Starlink untuk membantu memantau kondisi kedua bandara sebelum pesawat diberangkatkan dari Timika menuju Jila. Langkah tersebut dilakukan agar informasi mengenai situasi di lapangan dapat diketahui lebih awal sehingga penerbangan bisa berlangsung dengan aman dan terkendali.
Ia berharap seluruh unsur masyarakat dan aparat keamanan tetap menjaga komitmen bersama agar tidak terjadi gangguan yang dapat menghambat aktivitas penerbangan.
Sebelumnya, pelayanan penerbangan menuju Jila dan Noema sempat dihentikan sementara menyusul gangguan keamanan di wilayah tersebut pada Agustus 2026. Penghentian dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang, kru pesawat, dan operasional penerbangan.
Pada akhir September 2026, Pemerintah Distrik Jila bersama Dinas Perhubungan dan pihak maskapai telah membahas langkah pengaktifan kembali penerbangan, termasuk dukungan jaringan komunikasi untuk memperkuat koordinasi antara bandara dan Timika.
Enos menegaskan, penerbangan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat Jila. Sebab, keterbatasan akses transportasi darat membuat pesawat menjadi sarana utama untuk mobilitas masyarakat, distribusi kebutuhan pokok, serta mendukung pelayanan publik.
Dengan kembali difungsikannya Bandara Jila dan Bandara Noema, ia berharap seluruh aparatur pemerintah, tenaga kesehatan, guru, dan petugas pelayanan lainnya dapat kembali menjalankan tugas di wilayah tersebut.
“Kami berharap dengan aktifnya kembali penerbangan ini, pelayanan pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan di Distrik Jila bisa berjalan seperti sediakala. Masyarakat sangat membutuhkan pelayanan tersebut,” ujarnya.
Pemerintah Distrik Jila berharap dukungan masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, serta aparat keamanan dapat terus dipertahankan sehingga akses penerbangan Timika–Jila dan Timika–Noema berjalan lancar, aman, dan berkelanjutan. (**)

























































Discussion about this post