TIMIKA – jurnalpapua.id
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika menggelar pelatihan pengolahan makanan berbahan pangan lokal bagi 40 mama-mama Kamoro dari delapan kampung di wilayah pesisir Mimika, Kamis (11/6).
Kegiatan yang berlangsung di Koperasi Maria Bintang Laut, Kompleks Keuskupan Timika, ini bertujuan meningkatkan keterampilan perempuan dalam mengolah potensi pangan lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.
Kepala DP3AP2KB Mimika, Yohana Arwam, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan usaha berbasis sumber daya lokal.
“Melalui pelatihan ini kami ingin mama-mama Kamoro memiliki kemampuan mengolah bahan pangan yang tersedia di sekitar lingkungan mereka menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” kata Yohana.
Menurutnya, potensi pangan lokal seperti pisang, singkong, ikan dan tambelo perlu terus dikembangkan agar tidak hanya dikonsumsi secara tradisional, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk kuliner yang lebih menarik dan memiliki daya jual.
Dalam pelatihan tersebut para peserta dibekali keterampilan membuat berbagai produk olahan, di antaranya kerupuk ikan, kerupuk tambelo, lemet, nagasari, cake pisang dan pisang molen.
Yohana berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan menerapkan ilmu yang diperoleh di kampung masing-masing. Selain itu, peserta juga diharapkan dapat menularkan pengetahuan tersebut kepada perempuan lainnya sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ilmu yang diperoleh tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga dapat dibagikan kepada mama-mama lain agar semakin banyak masyarakat yang mampu mengembangkan usaha berbasis pangan lokal,” ujarnya.
Perwakilan Koperasi Maria Bintang Laut, Pater Benyamin Magai Projo, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan pengolahan pangan lokal merupakan langkah positif dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya perempuan di kampung-kampung pesisir Mimika.
Pelatihan berlangsung selama dua hari dan diikuti peserta dengan antusias. Selain mendapatkan materi teori, para peserta juga melakukan praktik langsung pengolahan berbagai jenis makanan berbahan dasar pangan lokal. (**)

































Discussion about this post