TIMIKA – jurnalpapua
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika mengungkapkan peredaran narkotika jenis tembakau sintetis (sinte) di Kabupaten Mimika semakin mengkhawatirkan. Modus peredarannya kini semakin sulit dideteksi aparat karena transaksi dilakukan melalui media sosial, terutama Instagram (IG).
Kepala BNNK Mimika, Ruslan Awumbas, mengatakan para pengedar memanfaatkan Instagram sebagai sarana komunikasi dan transaksi sehingga keberadaannya lebih sulit dilacak dibandingkan menggunakan aplikasi pesan instan.
“Yang sekarang menjadi tren adalah peredarannya lewat Instagram. Ini yang sangat sulit dilacak tempat transaksinya. Berbeda kalau menggunakan nomor telepon atau WhatsApp, titik komunikasinya masih bisa ditelusuri. Kalau lewat Instagram lebih sulit,” kata Ruslan saat ditemui di Hotel Grand Tembaga Timika, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, para pelaku juga menggunakan modus baru dengan memesan bahan kimia dan bahan pembawa secara terpisah. Seluruh bahan kemudian dikirim menggunakan jasa ekspedisi sehingga tidak mudah terdeteksi.
“Bahannya dibeli terpisah, bahan kimianya sendiri dan bahan pembawanya sendiri. Pengiriman menggunakan jasa kargo. Dengan banyaknya paket yang masuk ke Timika setiap hari, tentu sangat sulit dilakukan pendeteksian satu per satu,” ujarnya.
Ruslan menjelaskan, keterbatasan alat pendeteksi di bandara juga menjadi tantangan dalam mengungkap peredaran narkotika sintetis. Alat pemindai yang tersedia umumnya hanya mampu melihat keberadaan barang di dalam paket, namun tidak dapat mengidentifikasi apakah isi paket tersebut merupakan narkotika.
“X-ray yang ada sekarang lebih mendeteksi benda di dalam barang, tetapi belum bisa memastikan apakah itu narkotika atau bukan. Itulah sebabnya peredarannya cukup sulit diungkap,” jelasnya.
Selain peredarannya yang semakin rapi, BNNK juga mengkhawatirkan meningkatnya penyalahgunaan tembakau sintetis di kalangan remaja dan pelajar.
Ruslan mengatakan narkotika sintetis merupakan zat kimia yang dicampurkan ke dalam tembakau sehingga memiliki efek jauh lebih berbahaya dibandingkan rokok biasa. Penggunaan secara terus-menerus dapat merusak fungsi otak, memicu gangguan kejiwaan, halusinasi, kecemasan berat, hingga keinginan untuk bunuh diri.
“Kalau sudah berat, mereka mengalami kecemasan berlebihan, muncul waham, merasa ada orang yang ingin membunuhnya, bahkan ada yang memiliki keinginan bunuh diri. Kerusakan otak akibat penggunaan berkepanjangan bisa bersifat permanen,” katanya.
BNNK Mimika juga menemukan tren baru berupa penyalahgunaan liquid rokok elektrik (vape) yang diduga telah dicampur zat narkotika. Cairan tersebut dipasarkan dengan berbagai aroma buah sehingga sulit dikenali masyarakat.
“Yang sekarang juga marak adalah liquid vape yang diduga sudah dicampur narkotika. Aromanya macam-macam, seperti apel dan lainnya, sehingga masyarakat perlu lebih waspada,” ujarnya.
Untuk menekan peredaran narkotika sintetis, BNNK Mimika terus menggencarkan sosialisasi ke sekolah, pemberdayaan masyarakat, serta bekerja sama dengan media, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya narkoba.
Ruslan mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih memperhatikan perubahan perilaku anak-anak mereka dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda penyalahgunaan narkotika.
“Kami berharap seluruh masyarakat ikut berperan menyelamatkan generasi muda. Jangan ragu melapor apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika agar bisa segera ditangani sebelum kondisinya semakin berat,” pungkasnya.(**)







































Discussion about this post