TIMIKA – jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten Mimika terus mendorong penguatan konektivitas internasional dengan mengupayakan pembukaan rute penerbangan langsung Timika–Darwin, Australia. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, investasi, dan perdagangan di wilayah Papua Tengah.
Hal itu disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat menghadiri pelantikan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mimika periode 2026–2031, Kamis (25/6/2026).
Johannes mengatakan, letak geografis Mimika yang berdekatan dengan Australia merupakan keuntungan yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Menurutnya, waktu tempuh penerbangan dari Timika ke Darwin hanya sekitar 50 menit, namun hingga kini perjalanan masih harus melalui Jakarta atau Denpasar.
“Kalau ada penerbangan langsung, tentu akan memangkas waktu perjalanan dan biaya. Ini akan memberi dampak besar bagi aktivitas ekonomi maupun investasi,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Mimika sedang memperjuangkan peningkatan status Bandara Mozes Kilangin menjadi bandara internasional. Dengan status tersebut, bandara diharapkan dapat melayani penerbangan luar negeri secara langsung dan menjadi pintu masuk baru bagi kegiatan ekonomi di Papua Tengah.
Johannes mengungkapkan, usulan itu juga mendapat dukungan dari PT Freeport Indonesia yang membutuhkan akses penerbangan internasional yang lebih efisien guna menunjang kegiatan operasional dan bisnis.
Selain pengembangan sektor transportasi udara, pemerintah daerah juga terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Australia. Salah satunya melalui pertemuan dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia guna membahas peluang kerja sama di berbagai sektor, termasuk perdagangan, pendidikan, investasi, dan pariwisata.
Menurut Johannes, hubungan antara Mimika dan Darwin sebenarnya pernah terjalin pada masa lalu. Karena itu, pemerintah ingin menghidupkan kembali kerja sama tersebut sebagai bagian dari strategi memperluas jejaring ekonomi internasional.
Ia juga mengungkapkan adanya upaya menghadirkan perwakilan Konsulat Jenderal Australia di Timika. Kehadiran kantor diplomatik tersebut diyakini akan mempermudah hubungan bisnis, investasi, dan pelayanan bagi pelaku usaha dari kedua wilayah.
Dalam kesempatan itu, Johannes meminta Kadin Mimika mengambil peran aktif setelah pemerintah membuka peluang kerja sama. Menurutnya, dunia usaha harus menjadi ujung tombak dalam membangun kemitraan dengan investor dan memperluas pasar bagi produk unggulan daerah.
“Pemerintah membuka akses dan membangun komunikasi. Setelah itu, Kadin bersama pelaku usaha harus bergerak memanfaatkan peluang agar investasi benar-benar masuk dan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Johannes optimistis, apabila rute penerbangan internasional dapat diwujudkan dan konektivitas dengan Australia semakin kuat, Mimika akan berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan timur Indonesia sekaligus menjadi gerbang perdagangan Papua Tengah menuju kawasan Asia Pasifik.(**)




































Discussion about this post