TIMIKA – jurnalpapua.id
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika mengingatkan masyarakat tentang meningkatnya penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar. Tembakau sintetis (sinte), yang termasuk narkotika golongan I, disebut menjadi jenis yang paling banyak digunakan oleh remaja, khususnya siswa SMP dan SMA.
Plt Kepala BNNK Mimika, Ruslan Awumbas, mengatakan rasa ingin tahu dan pengaruh lingkungan pertemanan menjadi faktor utama yang membuat pelajar rentan terjerumus. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan maraknya transaksi narkotika melalui media sosial yang memudahkan pengedar menjangkau calon pengguna.
“Pelajar SMP dan SMA paling rawan karena rasa ingin mencoba. Jika satu orang sudah menggunakan, biasanya ia dapat mempengaruhi teman-teman sebayanya,” ujar Ruslan.
Sepanjang 2026, BNNK Mimika telah menangani 16 kasus penyalahgunaan narkotika dan seluruh pengguna yang terjaring menjalani rehabilitasi. Hasil pendalaman menunjukkan banyak kasus dipicu persoalan keluarga, seperti kurangnya pengawasan orang tua, kondisi broken home, hingga pemberian uang saku tanpa kontrol.
BNNK juga mengungkap adanya modus baru peredaran narkotika, yakni mencampurkan zat terlarang ke dalam cairan rokok elektronik (vape). Selain itu, pengedar kini semakin sering memanfaatkan jasa pengiriman paket serta media sosial untuk menghindari pengawasan aparat.
Ruslan menambahkan, terdapat perbedaan pola penggunaan berdasarkan usia. Kalangan dewasa umumnya mengonsumsi sabu untuk meningkatkan stamina saat bekerja, sedangkan pelajar lebih banyak memilih tembakau sintetis karena mengejar efek halusinasi.
BNNK Mimika mengimbau orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta mewaspadai aktivitas transaksi narkotika yang kini semakin banyak dilakukan melalui platform digital.(**)




































Discussion about this post