TIMIKA – jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus memperkuat komitmennya dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat. Pada tahun anggaran 2026, sebanyak 343 unit Rumah Layak Huni (RLH) akan dibangun dengan anggaran mencapai Rp450 juta per unit, bahkan hampir Rp1 miliar per unit untuk wilayah pegunungan yang memiliki tantangan geografis.
Program tersebut didanai melalui dua sumber pembiayaan, yakni 294 unit dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta 49 unit dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Mimika, Abriyanti Nuhuyanan, mengatakan proses perencanaan pembangunan saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan setelah kontrak ditandatangani.
“Untuk progres perencanaan saat ini sudah berkontrak dan masih dalam tahap pengerjaan. Kami menargetkan dokumen perencanaan selesai pada Juli hingga Agustus 2026,” ujar Abriyanti usai mengikuti Apel Gabungan di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Mimika, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan, desain rumah yang sebelumnya direncanakan bertipe 45 meter persegi kemungkinan disesuaikan menjadi tipe 40 meter persegi. Penyesuaian dilakukan akibat kenaikan harga material bangunan dan perubahan kondisi pasar, sehingga anggaran tetap dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Program RLH tahun ini tidak hanya difokuskan pada pembangunan rumah baru, tetapi juga mencakup tiga kategori utama, yakni pembangunan rumah bagi korban bencana, program yang didanai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus), serta penanganan kawasan kumuh melalui program peremajaan permukiman.
Menurut Abriyanti, untuk pembangunan rumah di wilayah perkotaan, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp450 juta per unit. Sementara itu, pembangunan di wilayah pegunungan memerlukan biaya jauh lebih besar karena tingginya biaya distribusi material dan tingkat kesulitan pekerjaan.
“Untuk Kampung Arwanop, biaya pembangunan hampir mencapai Rp1 miliar. Anggaran tersebut disiapkan untuk pembangunan tiga unit rumah,” jelasnya.
Ia berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga seluruh target pembangunan rumah layak huni pada tahun anggaran 2026 dapat diselesaikan tepat waktu.
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Mimika dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan hingga ke wilayah-wilayah terpencil yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dan tingginya biaya pembangunan.(**)




































Discussion about this post