NABIRE – jurnalpapua.id
Irjen Pol (P) Drs. Frederik Kalalembang, Anggota DPR RI sekaligus Ketua Umum IKAT Nusantara, meminta aparat penegak hukum untuk menangani kasus pembunuhan seorang gadis berinisial CK di Kabupaten Nabire, Papua, secara profesional, transparan, dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindak pidana serius yang menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban serta keresahan di tengah masyarakat, khususnya warga Toraja yang berdomisili di Nabire. Oleh karena itu, ia meminta agar proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara menyeluruh, objektif, serta bebas dari segala bentuk intervensi.
“Saya meminta agar kasus ini ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Aparat harus bekerja secara maksimal agar seluruh fakta dapat terungkap dengan jelas dan semua pihak yang terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” ujar Frederik.
Frederik juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Toraja di Nabire, untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan kepercayaan penuh kepada aparat kepolisian dalam menjalankan proses hukum.
“Saya mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada pihak kepolisian. Jangan sampai ada tindakan yang justru memperkeruh keadaan. Mari kita hormati proses hukum yang sedang berjalan,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang diterima, pihak kepolisian telah mengamankan seorang terduga pelaku berinisial AW yang masih berusia 13 tahun dan berstatus pelajar. Aparat juga masih melakukan pengejaran terhadap sejumlah terduga pelaku lain yang diduga turut terlibat dalam peristiwa tersebut. Saat ini, Tim Resmob Polres Nabire terus melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab.
Frederik Kalalembang mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Kapolres Nabire agar kasus tersebut menjadi perhatian serius dan ditangani secara optimal sesuai ketentuan hukum.
“Saya sudah berkomunikasi dengan Kapolres Nabire agar kasus ini menjadi atensi khusus. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum tanpa pandang bulu sehingga keluarga korban memperoleh rasa keadilan,” tegasnya.
Sebagai Ketua Umum IKaT Nusantara, Frederik juga menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Toraja yang berada di perantauan agar selalu memperkuat koordinasi dan semangat persaudaraan apabila menghadapi musibah atau persoalan yang memerlukan bantuan.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Toraja yang berada di mana pun di Indonesia, apabila terjadi suatu peristiwa yang membutuhkan pertolongan, pendampingan, ataupun koordinasi, agar segera menghubungi organisasi-organisasi Toraja yang ada di daerah masing-masing, seperti Ikatan Keluarga Toraja (IKAT), IKT, KKT, Kombongan, maupun organisasi Toraja lainnya. Dengan komunikasi yang cepat melalui WhatsApp, telepon, atau pertemuan langsung, kita dapat saling membantu dan mempercepat penyelesaian setiap persoalan,” ujar Frederik.
Ia menambahkan bahwa organisasi-organisasi Toraja di perantauan harus menjadi wadah persaudaraan yang mampu memberikan dukungan moral, pendampingan, serta menjembatani komunikasi dengan pihak-pihak terkait apabila diperlukan.
“Apabila situasi memerlukan perhatian lebih lanjut, masyarakat juga dapat langsung berkomunikasi dengan saya di Jakarta selaku Ketua Umum IKaT Nusantara. Kebersamaan adalah kekuatan kita. Jangan biarkan ada saudara kita yang menghadapi persoalan sendirian. Dengan komunikasi yang baik dan koordinasi yang cepat, kita dapat saling membantu tanpa mengganggu proses hukum yang sedang berjalan,” tutup Frederik.
Frederik berharap seluruh pelaku yang terlibat segera diamankan, motif kejadian dapat diungkap secara terang-benderang, dan proses penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, serta memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi keluarga korban. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban demi terciptanya situasi yang kondusif di Kabupaten Nabire.(**)







































Discussion about this post