TIMIKA – jurnalpapua.id
Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar Timika Sunset Run 2026 sebagai salah satu rangkaian kegiatan menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) itu tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pariwisata, memperkuat pelayanan kepada masyarakat, dan menumbuhkan semangat nasionalisme.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika, Slamet Sutejo, mengatakan konsep Sunset Run dipilih sebagai langkah awal memperkenalkan potensi wisata pesisir Mimika, khususnya Pantai Ipaya.
Menurutnya, pengalaman pelayanan jemput bola administrasi kependudukan di wilayah pesisir menjadi inspirasi untuk menghadirkan event olahraga yang suatu saat dapat digelar langsung di kawasan pantai.
“Kalau ke depan kegiatan ini bisa dilaksanakan di Pantai Ipaya dengan rute 5 hingga 7 kilometer, saya yakin destinasi wisata Mimika akan semakin dikenal dan berkembang,” ujarnya.
Ia berharap penyelenggaraan tahun berikutnya dapat dipersiapkan lebih baik sehingga mampu melibatkan lebih banyak masyarakat sekaligus mengangkat potensi wisata Pantai Ipaya, Mapar, dan kawasan sekitarnya.
Selain Sunset Run, Disdukcapil juga menggelar berbagai kegiatan sosial. Bersama PMI, RS Mitra Masyarakat (RSMM), dan RSUD Mimika, panitia mengadakan donor darah yang berhasil mengumpulkan 12 kantong darah.
Pelayanan jemput bola administrasi kependudukan juga terus dilakukan hingga ke wilayah pesisir.
Dalam rangkaian HUT RI, Disdukcapil turut menyelenggarakan nikah massal. Sebanyak 100 pasangan dijadwalkan mengikuti prosesi di Gunung Eme Neme pada 5 Agustus, sementara pada 6 Agustus akan dilaksanakan nikah massal khusus Orang Asli Papua (OAP) di Kampung Otakwa dengan 75 peserta yang telah mendaftar.
Slamet menambahkan, Timika Sunset Run merupakan penyelenggaraan ketiga dan telah dipersiapkan untuk diusulkan masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
“Kami menggandeng komunitas kreatif agar kegiatan ini terus berkembang. Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk berinovasi dan menghadirkan ide-ide kreatif demi kemajuan Mimika,” katanya.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut sangat tinggi. Dalam waktu 24 jam setelah pendaftaran dibuka, jumlah pendaftar mencapai sekitar 3.000 orang.
Karena keterbatasan kuota, panitia menerapkan sistem seleksi sehingga total peserta yang mengikuti Sunset Run dibatasi sekitar 500 orang yang terdiri atas masyarakat umum, unsur pemerintah daerah, Forkopimda, pegawai Disdukcapil beserta keluarga, dan peserta OAP.
Seluruh peserta juga telah didaftarkan dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob mengapresiasi pelaksanaan Timika Sunset Run yang dinilainya menghadirkan konsep baru dalam kegiatan olahraga masyarakat.
Menurutnya, Mimika sebelumnya telah sukses menggelar Night Run dan berbagai event olahraga lainnya. Kini, Sunset Run menjadi inovasi baru yang diharapkan dapat menjadi agenda tahunan.
“Ini pertama kalinya kita melaksanakan Sunset Run. Lari pagi sudah biasa, Night Run juga sudah pernah. Sekarang kita menghadirkan suasana berbeda untuk masyarakat,” ujar Johannes.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Disdukcapil yang tidak hanya menyelenggarakan kegiatan olahraga, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik melalui program nikah massal.
Menurut Bupati, masih banyak pasangan yang telah lama hidup bersama dan memiliki anak namun belum memiliki dokumen pernikahan resmi. Karena itu, pemerintah memberikan layanan nikah massal secara gratis agar masyarakat memperoleh kepastian hukum administrasi kependudukan.
Johannes meminta para kepala distrik, lurah, hingga ketua RT aktif mendata pasangan yang belum menikah secara resmi agar dapat difasilitasi pada kegiatan serupa di masa mendatang.
Dalam sambutannya, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT RI sebagai penguat semangat nasionalisme, gotong royong, dan cinta tanah air melalui karya nyata, prestasi olahraga, seni, budaya, maupun bidang ilmu pengetahuan.
Ia menilai kegiatan positif seperti Sunset Run penting untuk memberikan ruang bagi generasi muda agar menyalurkan energi pada aktivitas yang bermanfaat.
Di akhir sambutannya, Johannes mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga keselamatan selama mengikuti lomba serta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, pengelolaan sampah harus menjadi budaya masyarakat karena selain menjaga kebersihan kota, sampah juga memiliki nilai ekonomi melalui program bank sampah yang telah disiapkan pemerintah daerah.
“Kita ingin Mimika menjadi daerah yang bersih, maju, inklusif, dan berdaya saing. Sampah jangan dibuang sembarangan, tetapi dikumpulkan dan diolah agar memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” tegasnya.(**)







































Discussion about this post